BREAKING NEWS
Kamis, 13 Agustus 2026

Sutrimo Winda

Redaksi - Kamis, 13 Agustus 2026 08:25 WIB
Sutrimo Winda
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Awalnya masih dipertanyakan: apakah Winda yang tewas akibat tembakan itu sama dengan Winda yang jadi saksi di KPK dalam kaitan dengan Blueray. Bisa saja namanyi sama. KPK tidak segera memberikan klarifikasi. Maka spekulasi di medsos terus mengatakan yang tewas itu nama yang sama dengan yang jadi saksi di KPK.

Sebenarnya lebih rumit dari itu. Winda tewas di kamar mandi di rumah bekas mertua. Dikatakan ''bekas'' karena Winda sudah bercerai dengan suami: seorang polisi di Medan.

Tapi malam itu Winda tidur di rumah mertua. Mantan suami juga masih ada di rumah itu. Menurut sumber tepercaya Disway, keduanya masih tidur satu kamar. Anak mereka pun masih tinggal di rumah itu.

Dilihat dari lokasi rumah mertua ini, tampak mertua Winda orang berada. Kompleks perumahan ini tergolong perumahan cukup mahal di Medan: di Helvetia. Sedang Winda sendiri berasal dari daerah jauh di luar kota Medan.

Hasil lab menunjukkan bahwa Winda tewas akibat tembakan pistol revolver milik mantan suami. Si mantan memang seorang polisi yang punya wewenang untuk membawa pistol ke rumah. Semuanya sesuai prosedur. Masalahnya, lab mengatakan Winda tewas akibat tembakan tempel (ujung pistol menempel di kepala Winda). Pistol itu milik mantan.

Sang mantan kini sudah diamankan di Propam Polda Sumut. Pengakuannya: Winda tewas karena bunuh diri. Sumber itu menyebut Winda sebelum itu pun memang pernah berusaha bunuh diri.

Komisi III DPR sampai ke Medan untuk menjernihkan persoalan ini. Komisi III (bidang hukum) minta agar tewasnya Winda diungkap secara transparan. Termasuk bagaimana pistol sang mantan bisa dipakai untuk ''bunuh diri''.

Juga harus transparan: apa hubungan Winda dengan Blueray.

Yang jelas, di kalangan bisnis cargo, nama Blueray identik dengan harga murah. ''Harga lebih murah'' itulah yang menjadi awal ''iri hati'': pasti ada apa-apanya.

Anda sudah tahu: setiap produk bermerk asal luar negeri pasti sudah ada agen resminya di Indonesia. Bahkan ada agen tunggalnya. Sejak Blueray merajalela, para agen tunggal itu menjerit dalam bisik-bisik: kok barang yang diageninya beredar di pasar dengan harga jauh lebih murah. Termasuk I-Phone terbaru. Pun baju-baju bermerek.

Para agen itulah yang kemudian melacak: ada apa di balik itu. Mereka menemukan ada Blueray yang memasukkannya. Mereka pun lapor polisi. Dilakukanlah penggerebekan. Sampai ditemukan ribuan HP selundupan yang sudah bisa langsung dipakai tanpa mengurus IMEI yang mahal itu.

Pun di bidang ekspor. Sarang burung adalah komoditi yang ekspornya dibatasi. Dikenakan pula pajak ekspor. Lewat Blueray sarang burung Anda bisa diekspor dengan harga lebih baik.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
HUT ke-81 RI, Pemprov Sumut Tegaskan Komitmen Bangun Wilayah 3T hingga Kepulauan Nias
MFF Syndicate Dukung Kapolda Aceh Bongkar Jaringan Narkoba hingga Bandar dan Aset
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Kamis 13 Agustus 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan
Kuburan Sudah Digali Sebelum Keluarga Tahu Korban Meninggal: Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Kematian Mantan Istri Brigadir I
DPR Terima Surpres, Destry Damayanti Diusulkan Prabowo jadi Gubernur BI Berikutnya
Sumbang 22 Persen PDB Nasional, Sumut Ajak Provinsi se-Sumatera Perkuat Kolaborasi Ekonomi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru