Inggris Bungkam Prancis 6-4, Keir Starmer: Kalian Sudah Membuat Bangsa Ini Bangga
LONDON Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Tim Nasional Inggris setelah sukses mengama
INTERNASIONAL
JAKARTA –Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menepis tudingan dari Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Suleman Tanjung, terkait aksi demo yang melibatkan massa dari Aliansi Santri Gus Dur di Kantor PBNU pada Jumat lalu. Dalam pernyataannya, Jazilul menyindir pernyataan Suleman sebagai “kurang kerjaan” dan menegaskan bahwa aksi demo bukanlah pagelaran wayang.
“Santai saja, Pak Wasekjen, ini bukan acara wayangan yang bisa digerakkan semudah itu,” ujar Jazilul dengan nada canda kepada wartawan pada Senin ini.
Konflik ini berawal dari demonstrasi yang diselenggarakan oleh Aliansi Santri Gus Dur, yang menurut Suleman Tanjung, bertujuan untuk menyerang PBNU. Namun, Jazilul menyangkal tudingan tersebut dan meminta PBNU untuk tidak membuat tuduhan tanpa dasar yang jelas.
“PBU (PBNU) seharusnya lebih bijak dalam menyikapi situasi ini, dan mengingatkan pimpinan mereka untuk tetap berada dalam khittah NU 1926,” ungkap Jazilul dengan tegas.
Dalam konteks ini, Jazilul juga menyoroti peran Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang dianggapnya sebagai dalang dari konflik yang terjadi antara PKB dan PBNU.
“Jelas Gus Ipul yang menciptakan kekacauan ini dengan pernyataannya tentang ambisi untuk mengambil alih PKB,” tegas Jazilul.
Sebelumnya, Suleman Tanjung menyebut bahwa ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa aksi demo tersebut didalangi oleh sekelompok massa yang terkait dengan PKB. Dia mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka bahkan berasal dari DPW PKB Jawa Barat.
“Bahkan PCNU Indramayu telah mengkonfirmasi bahwa massa ini digerakkan oleh beberapa orang dari PKB,” ungkap Suleman.
Namun, Jazilul menilai bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal, mengingat aliansi yang mendukung Gus Imin namun mengatasnamakan Gus Dur, sementara menurutnya Gus Imin dianggap sebagai lawan dari Gus Dur.
“Ini sungguh aneh. Mengaku sebagai pengikut Gus Dur namun membela musuh Gus Dur. Ini jelas tidak masuk akal,” tutup Jazilul.
Konflik antara PKB dan PBNU terus memanas dengan gegap gempita tuduhan dan bantahan, sementara masyarakat menanti klarifikasi lebih lanjut dari kedua belah pihak. Hasil dari kejadian ini akan menjadi cerminan penting bagi dinamika politik dan kehidupan berbangsa di Indonesia.
(N/014)
LONDON Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada Tim Nasional Inggris setelah sukses mengama
INTERNASIONAL
MEDAN PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) resmi merilis jadwal pelayaran KM Kelud melalui Pelabuhan Belawan untuk periode Agustus 20
EKONOMI
JAKARTA Pelonggaran metodologi penyaringan saham Extreme Price Increase (EPI) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka p
EKONOMI
BANDA ACEH Konsep ekonomi Islam tidak hanya mengatur bagaimana seseorang memperoleh harta, tetapi juga mengajarkan cara mengelola, mendi
AGAMA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap salah satu penyebab utama masih maraknya kepala daerah terjerat kasus korupsi. Ber
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi menghapus mekanisme lunas tunda ganti dalam penyelenggaraan ibada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Rencana Presiden RI Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional dalam beberapa pekan ke depan terus menjadi perhatian pu
NASIONAL
MAGELANG Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menanggapi safari politik Presiden ke
POLITIK
JAKARTA Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI mulai menyasar kalangan milenial dan Generasi Z (Gen Z) untuk meningkatkan minat generasi mud
EKONOMI
TAPANULI TENGAH Banjir bandang kembali menerjang Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026)
PERISTIWA