Prabowo Minta Program MBG Fokus ke Anak Kurang Gizi, Bukan untuk Keluarga Mampu
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan bagi anakanak yang mengalami kekurangan gizi
NASIONAL
JAKARTA -Ketegangan antara massa pendukung kedua pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1 dan nomor urut 2 mencapai puncaknya di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi demonstrasi yang semula dimulai dengan tujuan menyampaikan dukungan politik berubah menjadi konfrontasi fisik yang memicu kerusuhan dan aksi bakar ban.
Pukul 17.00 WIB, suasana semakin memanas saat massa pendukung capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mulai melakukan aksi bakar ban di lokasi demo. Tiga ban serta beberapa spanduk dan potongan kayu turut terbakar sebagai bentuk protes.
Salah satu orator aksi menyampaikan bahwa meskipun aksi hari itu telah selesai, mereka bersiap untuk kembali pada hari Senin, 22 April 2024, saat Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan putusan hasil sidang sengketa Pilpres 2024. Hal ini menunjukkan ketegangan politik yang masih tinggi di tengah masyarakat terkait hasil Pilpres yang dinantikan.
Sementara itu, pukul 17.30 WIB, massa pendukung pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, juga membubarkan diri secara perlahan. Mereka menjauh dari lokasi demo ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Petugas penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) kemudian datang ke lokasi untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan akibat aksi tersebut. Meskipun massa telah membubarkan diri, lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat masih ditutup sebagai tindakan pencegahan.
Sebelumnya, terjadi gesekan antara massa pendukung Anies-Cak Imin dengan massa pendukung Prabowo-Gibran. Massa pendukung Prabowo-Gibran yang berunjuk rasa di area Patung Kuda mendapat respons dari pendukung Anies-Cak Imin yang lebih dulu hadir di lokasi.
Lemparan-lemparan dari kedua belah pihak memicu kekacauan, dan polisi yang berada di antara massa berusaha meredam situasi yang semakin memanas. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, turun langsung untuk meminta kedua massa agar menahan diri dan memastikan situasi tetap terkendali.
Kisruh ini mencerminkan polarisasi politik yang masih terasa kuat di masyarakat. Perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memicu kekerasan atau mengganggu ketertiban umum. Dalam menyikapi hasil Pilpres nanti, diharapkan semua pihak dapat menunjukkan sikap yang dewasa dan mengedepankan penyelesaian masalah secara damai serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
(K/09)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) difokuskan bagi anakanak yang mengalami kekurangan gizi
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026), setelah sempat me
EKONOMI
JAKARTA Komika Pandji Pragiwaksono mengaku memahami keresahan umat terkait dugaan penistaan agama yang dilaporkan terhadap dirinya. Hal it
NASIONAL
MEDAN Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan menahan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan kereta ap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons permintaan pengusaha nikel yang mengusulkan penundaan kebijakan bea keluar ekspo
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menanggapi usulan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan pengurangan
POLITIK
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera melaporkan progres normalisasi sungai d
NASIONAL
JAKARTA Pengusaha tembakau asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, selesai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kenaikan harga bahan pokok dan bahan baku industri yang mencapai hampir 100 persen memicu kegelisahan di kalangan pelaku UMKM. Mer
EKONOMI
JAKARTA Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta Selatan digeledah oleh penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026).
NASIONAL