BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Belajar dari Tragedi 2003, Bobby Nasution Minta Mitigasi Dini Banjir Bandang Bahorok

Abyadi Siregar - Sabtu, 27 September 2025 09:36 WIB
Belajar dari Tragedi 2003, Bobby Nasution Minta Mitigasi Dini Banjir Bandang Bahorok
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Banjir Bandang Akibat Bencana Hidrometeorologi Basah melalui zoom meeting bersama Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati di Kantor Camat Bahorok, Kabupaten La
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
LANGKAT – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sejak dini di kawasan wisata Bukit Lawang, Bahorok, Kabupaten Langkat.

Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya tragedi banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2003 silam.

"Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Bahorok adalah destinasi wisata unggulan. Kita harus menjaga keselamatan masyarakat serta pelaku usaha di sekitarnya," ujar Bobby saat memimpin rapat koordinasi virtual dari Kantor Camat Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga:
Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati tersebut, Bobby meminta seluruh pihak terkait—mulai dari Forkopimda, BMKG, OPD, BPBD hingga akademisi—untuk bersinergi memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang potensi bahaya dan pentingnya mitigasi sejak dini.

Tragedi 2003 Jangan Terulang

Sebagai pengingat, banjir bandang yang terjadi di Bahorok pada 2003 menelan puluhan korban jiwa dan meluluhlantakkan permukiman serta sektor pariwisata setempat. Bencana itu dipicu oleh longsor besar di kawasan Bukit Barisan yang menyebabkan hulu Sungai Bahorok tersumbat oleh material kayu dan tanah. Ketika hujan deras turun, bendungan alami itu jebol dan menghantam pemukiman warga dengan derasnya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, penyebab utama bencana waktu itu adalah pergeseran kontur tanah akibat gempa bumi kecil yang tidak dirasakan manusia. Potensi serupa, katanya, bisa saja kembali terjadi.

"Ada ancaman gempa kecil yang bisa memicu longsor di perbukitan. Ini harus dimonitor dengan cermat. Pemerintah daerah harus aktif memantau perubahan struktur tanah di sekitar sungai dan bukit, seperti retakan tanah atau tumpukan kayu yang membendung aliran sungai," ujar Dwikorita.

Langkah Antisipasi Diperkuat

Sebagai bentuk mitigasi, BMKG menyarankan agar material yang menyumbat aliran sungai dibersihkan secara bertahap. Selain itu, koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten sangat diperlukan untuk pengawasan lebih intensif terhadap kawasan rawan longsor, terutama menjelang musim hujan puncak.

BMKG juga berkomitmen untuk terus memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi, yang kerap meningkat menjelang akhir tahun.

Bahorok Jadi Prioritas Pembangunan

Bupati Langkat, Syah Afandin, menyambut baik perhatian dan keseriusan Gubernur Bobby Nasution terhadap wilayah Bahorok. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur dan kesiapan mitigasi bencana yang ditunjukkan saat ini menjadi "angin segar" bagi masyarakat.

"Kami atas nama warga Langkat sangat berterima kasih. Perhatian Pak Gubernur terhadap pembangunan dan keselamatan masyarakat Bahorok sangat kami apresiasi. Kami harap pembangunan ini terus berlanjut," ujarnya.

Sebagai salah satu pintu gerbang wisata alam di Sumatera Utara, Bahorok bukan hanya ikon pariwisata, tapi juga simbol pentingnya keseimbangan antara alam, keselamatan, dan pembangunan.*

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PDIP Pecat Jokowi, Gibran Rakabuming, dan Bobby Nasution: Ini Isi Keputusan Pemecatannya
Sahabat Bobby Nasution Bagikan Tumbler kepada Ibu-Ibu Pengajian dalam Acara Maulid Nabi di Batu Bara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru