“Glamping Lembah Cinta 99” resmi dibuka dan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.(Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Glamping Lembah Cinta 99" resmi dibuka dan diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, melalui prosesi pemotongan pita, menandai pembukaan resmi kawasan wisata yang berlokasi di daerah aliran sungai dengan panorama alam menawan.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan pariwisata dan kelestarian lingkungan.
"Harus dilestarikan daerah aliran sungai ini, karena kalau musim hujan airnya pasti besar. Tapi Agus sudah membuat senderan-senderan dan beronjong untuk menahan agar tidak terjadi longsor dan penipisan," ujarnya.
Sebagai putra daerah yang tumbuh di kawasan tersebut, Bupati Sutjidra mengaku bangga dengan kehadiran Lembah Cinta 99 yang menawarkan konsep rekreasi keluarga yang alami.
"Saya merasa sangat berbahagia, karena tempat ini bisa menjadi salah satu tempat rekreasi keluarga bagi masyarakat di Kabupaten Buleleng. Tidak usah jauh-jauh ke tempat lain, di sini sudah lengkap — ada hutan, playground, kolam, dan sungai yang indah," tambahnya.
Sementara itu, Owner Lembah Cinta 99, Dewa Gede Jaya Rahardi, menjelaskan bahwa konsep glamping ini lahir dari mimpi panjang untuk menghadirkan wisata yang bersinergi dengan alam tanpa merusak lingkungan.
"Konsep Lembah Cinta 99 ini merupakan kolaborasi dengan alam. Kita tidak merusak, tapi memberdayakan. Kami ingin masyarakat Buleleng tahu bahwa di sini ada tempat wisata yang asyik dan langsung berhadapan dengan alam," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dewa Gede menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
"Kami berharap ekonomi di Kabupaten Buleleng bisa lebih terangkat. Selain itu, kami juga ingin membantu mengurangi angka pengangguran," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan kawasan wisata tersebut dilakukan secara bertahap selama bertahun-tahun.
"Semuanya berawal dari mimpi, dan mimpi itu tidak terbentuk dalam satu atau dua tahun. Setelah melalui proses panjang dari kolam renang, restoran, hingga Lido Resto, kini kami bisa menghadirkan Glamping Lembah Cinta 99," tutur Dewa Gede.
Dengan fasilitas kolam renang, playground, dan restoran berharga terjangkau, Lembah Cinta 99 menargetkan generasi muda sebagai pengunjung utama.
"Target kami tentu generasi milenial. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan sekolah-sekolah, TK, dan membuka ruang bagi siapa pun yang ingin mengadakan acara di sini — mulai dari wedding, ulang tahun, hingga acara komunitas," jelasnya.
Kehadiran Glamping Lembah Cinta 99 diyakini akan menjadi simbol kebangkitan wisata lokal yang berpihak pada masyarakat dan lingkungan.
"Buleleng sekarang sudah punya tempat rekreasi yang nyaman di tengah kota dan banyak pilihan untuk healing. Tidak perlu jauh-jauh, semuanya ada di sini," tutup Dewa Gede penuh optimisme.*