BREAKING NEWS
Rabu, 29 April 2026

Mengenal Huta Tinggi, Kampung Tradisional Batak dengan Rumah Bolon di Danau Toba

Adelia Syafitri - Jumat, 13 Maret 2026 10:17 WIB
Mengenal Huta Tinggi, Kampung Tradisional Batak dengan Rumah Bolon di Danau Toba
Huta Tinggi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TOBA – Di tengah keindahan Danau Toba, terdapat kampung tua yang masih mempertahankan tata ruang tradisional masyarakat Batak Toba, salah satunya berada di Huta Tinggi.

Kampung ini menyimpan jejak kehidupan masyarakat Batak sebelum masa kolonial, dengan rumah adat dan struktur permukiman lama yang masih utuh hingga kini.

Kampung tradisional Batak dibangun dengan pola tata ruang khas. Rumah-rumah adat berdiri saling berhadapan dalam satu barisan, sementara di bagian tengah terdapat halaman terbuka untuk kegiatan masyarakat.

Baca Juga:

Rumah utama atau rumah bolon menjadi tempat tinggal keluarga besar, sedangkan di seberangnya berdiri sopo, bangunan untuk menyimpan padi.

"Susunan rumah yang saling berhadapan di dalam sebuah huta menunjukkan kuatnya hubungan kekerabatan dalam masyarakat Batak," tulis J. C. Joustra dalam penelitian etnografinya mengenai masyarakat Batak.

Selain sebagai tempat tinggal, kampung tradisional Batak memiliki struktur penting lain seperti tempat penyimpanan hasil panen, area pertemuan adat, hingga kompleks pemakaman keluarga.

Arsitektur rumah adat memiliki ciri khas mudah dikenali: atap melengkung tinggi menyerupai perahu dan dinding dihiasi ukiran tradisional berwarna merah, hitam, dan putih dengan makna simbolis.

Sejarawan Batak Uli Kozok menjelaskan, rumah adat Batak mencerminkan struktur sosial sekaligus menjadi simbol identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Meski banyak kampung tradisional Batak telah mengalami perubahan seiring waktu, kawasan seperti Huta Tinggi masih mempertahankan sebagian bentuk tata ruang lama.

Keberadaan kampung-kampung tua ini penting sebagai sumber pengetahuan tentang kehidupan masyarakat Batak masa lalu dan menjadi daya tarik wisata budaya bagi pengunjung.

Di tengah perkembangan pariwisata di Danau Toba, kampung tradisional seperti Huta Tinggi menjadi pengingat bahwa Pulau Samosir bukan hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga warisan budaya yang hidup selama berabad-abad.*


(d/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Dorong Event Internasional di Sumut untuk Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi
Ratusan Banser Datangi Gedung KPK Saat Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa Sebagai Tersangka
BKSDA Bali Tutup Empat TWA Jelang Nyepi 2026, Alam Diberi Waktu Beristirahat
Tragis! Remaja 16 Tahun Jadi Korban Pencabulan Ayah Sendiri di Labusel
TPA Suwung Hanya Terima Sampah Anorganik, Wayan Koster Minta Sampah Organik Selesai Dikelola di Sumber Paling Lambat 31 Maret 2026
Tak Banyak yang Tahu! Rumah Tua di Berastagi Ini Pernah Jadi Tempat Pengasingan Soekarno, Haji Agus Salim, dan Sutan Sjahrir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru