Dandim 1611/Badung Hadiri Pembukaan Piala Wali Kota Denpasar XVI, Dorong Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
DENPASAR Komandan Kodim 1611/Badung (Dandim 1611/Badung), Kolonel Inf Putu Tangkas, diwakili oleh Danramil 161107/Denpasar Barat, Mayor
NASIONAL
JAKARTA –PSSI terus menggencarkan proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia, dengan tujuan untuk mencapai prestasi lebih tinggi, termasuk lolos ke Piala Dunia. Rapat kerja yang digelar pada Senin (4/11/2024) di Gedung DPR RI, Senayan, menjadi kesempatan bagi PSSI untuk mengungkapkan alasan di balik langkah ini.
Sekjen PSSI Yunus Nusi hadir mendampingi Menpora Dito Ariotedjo dalam rapat dengan Komisi X DPR RI untuk membahas langkah terbaru dalam proses naturalisasi tiga pemain, yaitu Kevin Diks, Estella Loupattij, dan Noa Leatom. Ketiganya menjadi bagian dari upaya PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain-pemain berdarah Indonesia, yang telah dimulai sejak 2021.
Alasan di Balik Gencarnya Naturalisasi Pemain
Menurut Yunus, gencarnya proses naturalisasi ini dilakukan karena terbatasnya kualitas sumber daya pemain lokal Indonesia yang dinilai belum cukup mumpuni untuk memenuhi harapan masyarakat dan target Timnas yang lebih besar. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga memberikan masukan kepada PSSI bahwa jika Timnas ingin menjadi “singa Asia” dan lolos ke Piala Dunia, maka pemain-pemain yang ada di Indonesia saat ini belum dapat memenuhi ekspektasi tersebut.
“Shin Tae-yong memberikan rekomendasi kepada PSSI agar untuk mencapai target sebagai Singa Asia dan bisa lolos ke Piala Dunia, kita membutuhkan pemain-pemain yang memiliki kualitas lebih. Oleh karena itu, PSSI mencari bibit-bibit pemain keturunan yang bisa memperkuat Timnas,” ujar Yunus.
Naturalisasi sebagai Solusi Menuju Prestasi
PSSI menyadari bahwa untuk dapat berprestasi di level Asia dan dunia, Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Menurut Yunus, langkah ini adalah cara untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang menginginkan Timnas Indonesia memiliki prestasi yang lebih baik, terutama dalam kompetisi internasional.
Shin Tae-yong dan tim pelatih lainnya terus memberikan rekomendasi kepada PSSI mengenai pemain-pemain yang cocok untuk membela Timnas, yang salah satunya adalah melalui naturalisasi pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri.
“Beberapa pemain naturalisasi yang sudah bergabung dengan Timnas, seperti mereka yang berasal dari luar negeri, telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Sebagai contoh, kita berhasil menahan tim kuat seperti Australia dan Arab Saudi, yang sebelumnya sulit untuk kita tahan atau kalahkan,” tambah Yunus.
Harapan Besar Menuju Piala Dunia
Upaya PSSI dalam menggandeng pemain-pemain naturalisasi ini tidak hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi juga untuk membangun Timnas Indonesia yang dapat bersaing di level internasional dan berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia.
Dengan dukungan Shin Tae-yong yang mengedepankan kualitas, PSSI optimistis bahwa proses naturalisasi ini akan membawa dampak positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Sebagai informasi, proses naturalisasi ini melibatkan berbagai pemain yang memiliki darah Indonesia, dan hal ini sejalan dengan kebijakan PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional dengan melibatkan pemain yang dapat memberikan kontribusi signifikan.
PSSI berharap, dengan terus menggali potensi pemain keturunan yang memiliki kemampuan lebih, Timnas Indonesia dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dan memenuhi harapan besar para pencinta sepak bola Indonesia di seluruh dunia
(N/014)
DENPASAR Komandan Kodim 1611/Badung (Dandim 1611/Badung), Kolonel Inf Putu Tangkas, diwakili oleh Danramil 161107/Denpasar Barat, Mayor
NASIONAL
ACEH UTARA Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meninjau pembangunan jembatan Bailey bantuan Kapolri yang menghubungk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dukungannya terhadap pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset oleh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan Sekolah
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa Bripda MS, anggota B
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan hingga saat ini tidak ada kebijakan penyaluran zakat yang dikaitkan dengan program Makan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meningkatkan patroli kegiatan subuh guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan
PEMERINTAHAN
DENPASAR Nama I Gusti Putu Artha kembali menjadi perbincangan publik di Denpasar. Namun kali ini sorotan bukan terkait pernyataannya men
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Bali melalui Satgas Pangan bersama instansi terkait melakukan pengecekan dan m
EKONOMI
JAKARTA Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga
EKONOMI