Harga Sembako di Bali Terpantau Stabil Menjelang Ramadan, Tak Ada yang Lampaui HET
DENPASAR Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Bali melalui Satgas Pangan bersama instansi terkait melakukan pengecekan dan m
EKONOMI
JAKARTA –PSSI terus menggencarkan proses naturalisasi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia, dengan tujuan untuk mencapai prestasi lebih tinggi, termasuk lolos ke Piala Dunia. Rapat kerja yang digelar pada Senin (4/11/2024) di Gedung DPR RI, Senayan, menjadi kesempatan bagi PSSI untuk mengungkapkan alasan di balik langkah ini.
Sekjen PSSI Yunus Nusi hadir mendampingi Menpora Dito Ariotedjo dalam rapat dengan Komisi X DPR RI untuk membahas langkah terbaru dalam proses naturalisasi tiga pemain, yaitu Kevin Diks, Estella Loupattij, dan Noa Leatom. Ketiganya menjadi bagian dari upaya PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia dengan pemain-pemain berdarah Indonesia, yang telah dimulai sejak 2021.
Alasan di Balik Gencarnya Naturalisasi Pemain
Menurut Yunus, gencarnya proses naturalisasi ini dilakukan karena terbatasnya kualitas sumber daya pemain lokal Indonesia yang dinilai belum cukup mumpuni untuk memenuhi harapan masyarakat dan target Timnas yang lebih besar. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, juga memberikan masukan kepada PSSI bahwa jika Timnas ingin menjadi “singa Asia” dan lolos ke Piala Dunia, maka pemain-pemain yang ada di Indonesia saat ini belum dapat memenuhi ekspektasi tersebut.
“Shin Tae-yong memberikan rekomendasi kepada PSSI agar untuk mencapai target sebagai Singa Asia dan bisa lolos ke Piala Dunia, kita membutuhkan pemain-pemain yang memiliki kualitas lebih. Oleh karena itu, PSSI mencari bibit-bibit pemain keturunan yang bisa memperkuat Timnas,” ujar Yunus.
Naturalisasi sebagai Solusi Menuju Prestasi
PSSI menyadari bahwa untuk dapat berprestasi di level Asia dan dunia, Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain dengan kualitas terbaik. Menurut Yunus, langkah ini adalah cara untuk menjawab ekspektasi masyarakat yang menginginkan Timnas Indonesia memiliki prestasi yang lebih baik, terutama dalam kompetisi internasional.
Shin Tae-yong dan tim pelatih lainnya terus memberikan rekomendasi kepada PSSI mengenai pemain-pemain yang cocok untuk membela Timnas, yang salah satunya adalah melalui naturalisasi pemain berdarah Indonesia yang bermain di luar negeri.
“Beberapa pemain naturalisasi yang sudah bergabung dengan Timnas, seperti mereka yang berasal dari luar negeri, telah memberikan kontribusi yang luar biasa. Sebagai contoh, kita berhasil menahan tim kuat seperti Australia dan Arab Saudi, yang sebelumnya sulit untuk kita tahan atau kalahkan,” tambah Yunus.
Harapan Besar Menuju Piala Dunia
Upaya PSSI dalam menggandeng pemain-pemain naturalisasi ini tidak hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi juga untuk membangun Timnas Indonesia yang dapat bersaing di level internasional dan berpeluang besar untuk lolos ke Piala Dunia.
Dengan dukungan Shin Tae-yong yang mengedepankan kualitas, PSSI optimistis bahwa proses naturalisasi ini akan membawa dampak positif bagi masa depan sepak bola Indonesia.
Sebagai informasi, proses naturalisasi ini melibatkan berbagai pemain yang memiliki darah Indonesia, dan hal ini sejalan dengan kebijakan PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional dengan melibatkan pemain yang dapat memberikan kontribusi signifikan.
PSSI berharap, dengan terus menggali potensi pemain keturunan yang memiliki kemampuan lebih, Timnas Indonesia dapat meraih kesuksesan yang lebih besar dan memenuhi harapan besar para pencinta sepak bola Indonesia di seluruh dunia
(N/014)
DENPASAR Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Bali melalui Satgas Pangan bersama instansi terkait melakukan pengecekan dan m
EKONOMI
JAKARTA Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga
EKONOMI
JAKARTA Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam penetapan kemb
POLITIK
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sanjaya, menegaskan bahwa skema insentif mitra Satuan Pelayanan
EKONOMI
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya, membantah pernyataan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang m
NASIONAL
NTT Aparat Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur, membeberkan kronologi dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umu
ENTERTAINMENT
MEDAN Suasana Jalan Jenderal Ahmad Yani (Kesawan), jantung sejarah Kota Medan, berubah menjadi lautan merah yang bercahaya Sabtu (21/2/2
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Polres Tapanuli Selatan menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seKota Padangsidim
NASIONAL
BATU BARA Tawuran kembali terjadi di Jalan Beringin, Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Minggu (22/2) sekitar puk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pulau Samosir dikenal sebagai surga panorama alam di Danau Toba. Dari bukit tinggi hingga air terjun yang memukau, pulau ini menaw
PARIWISATA