Banding Ditolak, Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Berlaku
JAKARTA Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak permohonan banding mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dalam kasus gratif
HUKUM DAN KRIMINAL
Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, prevalensi penyakit kronis pada anak-anak meningkat, terutama disebabkan oleh pola konsumsi jajanan di sekolah yang tinggi akan garam, gula, dan lemak. Fenomena ini menjadi perhatian serius dari para ahli kesehatan.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si., menjelaskan bahwa risiko penyakit kronis pada anak usia sekolah bisa terjadi akibat pola makan yang tidak memenuhi asupan gizi seimbang. “Peningkatan kurva penderita penyakit degeneratif tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang tidak sehat, termasuk pola makan yang salah,” katanya dalam Seminar Edukasi yang digelar oleh Ajinomoto.
Ia menekankan pentingnya pemahaman gizi, perilaku konsumsi yang baik, dan gaya hidup bersih sebagai langkah preventif terhadap penyakit tidak menular. “Penyakit tersebut bisa dicegah sejak dini jika kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat meningkat,” tambahnya. Prof. Annis memberikan beberapa langkah untuk memenuhi asupan gizi seimbang harian agar terhindar dari risiko penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, dan serangan jantung di kemudian hari.
Ia menyarankan untuk membaca label informasi gizi produk, mengganti gula dengan rempah-rempah alami, serta membatasi penggunaan minuman bersoda. Untuk mengurangi asupan garam, Prof. Annis memperkenalkan konsep ‘Bijak Garam’, yaitu dengan mengurangi penggunaan garam dalam memasak dan menggantinya dengan sedikit MSG. “Menggunakan MSG dapat mengurangi asupan natrium tanpa mengorbankan cita rasa masakan,” katanya.
Dosen Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Purnawati Hustina Rachman, S.Gz., M.Gizi, juga menekankan pentingnya penyediaan kantin sehat di sekolah. “Mutu pangan dan kebersihan di kantin sekolah harus dijaga,” ujarnya. Hustina menyarankan untuk mengkategorikan jenis makanan dan minuman dengan sistem warna, untuk memudahkan pemilihan makanan sehat.
(christie)
JAKARTA Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak permohonan banding mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dalam kasus gratif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan otoritas
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa susu formula tidak termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis
KESEHATAN
MEDAN Kegiatan Kongres V KORNAS GERBRAK yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat akhirnya resmi ditunda. Keputusan tersebu
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan baru terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam
EKONOMI
Oleh Dahlan IskanLANGKAH cepat dilakukan. Sehari setelah Presiden Prabowo berpidato darderdor di DPR, sebuah perusahaan baru berdiri. Nam
OPINI
OlehFathul WahidKATANYA, negeri ini sudah reformasi.Ibarat sebuah bus nama trayek diperbarui, nomor bus dicat ulang, slogan ditempel besar
OPINI
MEDAN Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Utara, Sutan Tolang Lubis, menegaskan bahwa tidak boleh ada pungutan tambahan da
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Tuha Peut Wali Nanggroe, Tarmizi M. Daud, menegaskan bahwa ibadah qurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan he
AGAMA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa lembaganya terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat
NASIONAL