BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Ancaman Nonteknis Bagi Timnas Indonesia: Bahrain dan Intervensi AFC dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026

BITVonline.com - Senin, 21 Oktober 2024 10:24 WIB
Ancaman Nonteknis Bagi Timnas Indonesia: Bahrain dan Intervensi AFC dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BITV SPORT -Tim Nasional Indonesia (Timnas) menghadapi tantangan serius dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Meskipun prestasi di lapangan menjadi faktor utama, terdapat juga faktor nonteknis yang bisa menjegal impian mereka, salah satunya adalah kehadiran Timnas Bahrain. Dalam konteks ini, pengaruh Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Salman bin Ibrahim Al Khalifa, yang berasal dari Bahrain, menjadi sorotan utama.

Keberpihakan AFC

Bahrain, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan AFC, tampaknya telah memanfaatkan posisi ini untuk mendapatkan keuntungan. Beberapa waktu lalu, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) mengajukan protes resmi kepada AFC terkait kepemimpinan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, yang dinilai berpihak kepada Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia. Namun, protes tersebut ditolak oleh AFC, yang justru meminta PSSI untuk membawa masalah ini ke FIFA jika diperlukan.

“Protes kami tidak diterima. AFC menyarankan kami untuk melaporkan masalah ini ke FIFA,” ungkap Sumardji, manajer Timnas Indonesia, menanggapi penolakan tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keberpihakan AFC dalam kasus ini, terutama mengingat respons mereka terhadap komplain Bahrain yang meminta agar pertandingan tandang melawan Indonesia diselenggarakan di tempat netral.

Baca Juga:
Keamanan dan Kondisi Pertandingan

Satu hal yang menarik adalah respon AFC terhadap kekhawatiran Bahrain mengenai keamanan pemainnya. Bahrain mengajukan keluhan yang menyatakan bahwa mereka merasa keselamatan pemain tidak terjamin jika harus bermain di Jakarta, merujuk pada tekanan dari netizen Indonesia di media sosial. Alih-alih menanggapi secara netral, AFC justru mempertimbangkan komplain Bahrain, menunjukkan adanya perbedaan perlakuan antara dua negara dalam hal ini.

“AFC menanggapi kekhawatiran ini dengan serius dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan semua pemain dan ofisial,” bunyi pernyataan resmi AFC. Hal ini menunjukkan bahwa AFC lebih siap mendengarkan keluhan dari Bahrain, sementara protes dari Timnas Indonesia dianggap tidak substansial.

Baca Juga:
Realitas Kompetisi

Dalam konteks kompetisi internasional, segala hal yang berkaitan dengan keadilan dan integritas pertandingan harus dijaga. Tindakan AFC yang tampaknya lebih mendukung satu pihak dapat menciptakan persepsi negatif terhadap keadilan dalam kompetisi. Timnas Indonesia, yang belum pernah lolos ke Piala Dunia, berupaya keras untuk mengubah nasib, namun faktor-faktor nonteknis seperti ini dapat sangat mempengaruhi perjalanan mereka.

Kondisi ini memperlihatkan betapa pentingnya dukungan dari federasi sepak bola global untuk memastikan pertandingan berlangsung dalam kondisi yang adil. Dengan situasi yang ada, Timnas Indonesia harus beradaptasi dan menghadapi tantangan ini dengan sikap yang positif.

(N/014)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gedung DPRD Kota Kediri Terbakar, Beberapa Bangunan Ambruk
Polda Bali Amankan 22 Pendemo Setelah Aksi Unjuk Rasa Berujung Anarkis di Depan Mako Polda
Massa Serbu Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Uang Dolar Singapura Ditebar ke Jalan
Polisi Tembakkan Gas Air Mata untuk Bubarkan Massa Demo di Depan DPR RI
HMI Memblokade Jalan Depan NasDem Tower, Desak Pemecatan Ahmad Sahroni dari Partai NasDem
350 Pelari Ikuti Lhoknga Trail Run 2025, Jelajahi Rute Wisata Lampuuk hingga Pantai Lange
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru