Indonesia Bagikan Strategi Pengelolaan Gambut Berbasis Data di Forum Internasional Peru
JAKARTA Indonesia membagikan pengalaman dalam mengelola ekosistem gambut berbasis data pada pertemuan Global Peatlands Initiative (GPI)
NASIONAL
SUMUT –Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Agus Fatoni, memberikan klarifikasi mengenai kesiapan venue untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan digelar di Aceh dan Sumut. Dalam pernyataannya di Santika Premiere Dyandra Hotel, Kota Medan, Fatoni menegaskan bahwa semua fasilitas olahraga sudah rampung dan siap digunakan, merespons keraguan masyarakat yang beredar di media.
Menurut Fatoni, seluruh sarana dan prasarana olahraga telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum acara. Ia menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan dan pembangunan venue telah dilakukan dengan seksama, sehingga tidak ada venue yang dalam tahap pembangunan. “Bagi kami, prasarana dan sarana sudah disiapkan dari jauh hari. Pembebasan lahan dan pembangunan stadion ini telah kita lakukan sejak awal,” ungkapnya.
Fatoni juga menjelaskan bahwa asumsi mengenai venue yang tidak siap sering kali berfokus pada Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Namun, ia menekankan bahwa Stadion Utama tidak akan digunakan untuk pertandingan, melainkan hanya untuk upacara penutupan yang dijadwalkan pada tanggal 20 September 2024. “Banyak yang mengira Stadion Utama untuk pertandingan, padahal sebenarnya tidak. Itu hanya untuk penutupan,” tegasnya.
Pernyataan Fatoni ini penting untuk meredakan kekhawatiran dan spekulasi yang berkembang di masyarakat. Ia meyakinkan bahwa semua venue lain yang terdapat dalam kompleks Sport Center sudah dalam kondisi siap. Meskipun ada beberapa pekerja yang masih menyelesaikan akses antara venue, hal ini bukanlah indikasi bahwa venue tidak siap. “Letak venue yang ada di Kompleks Sport Center bisa membuat asumsi bahwa venue belum selesai, karena pekerja masih menyelesaikan akses ke venue lainnya,” kata Fatoni.
Sebagai bagian dari persiapan, ia menambahkan bahwa tidak ada pertandingan yang tertunda, yang menunjukkan kesiapan semua pihak dalam menghadapi PON XXI. Fatoni berharap, dengan semua persiapan yang telah dilakukan, acara tersebut akan berjalan lancar dan sukses, serta menjadi momentum yang baik bagi olahraga di Indonesia.
Dengan pernyataan tersebut, diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada publik mengenai kesiapan Sumut sebagai tuan rumah dan menghilangkan keraguan tentang pelaksanaan PON XXI. Fatoni mengajak semua pihak untuk mendukung dan menyukseskan acara olahraga terbesar di Tanah Air ini.
PON XXI Aceh-Sumut menjadi ajang penting yang bukan hanya menampilkan kemampuan atlet, tetapi juga menunjukkan potensi Sumut dan Aceh sebagai daerah yang mampu menyelenggarakan event besar dengan baik.
(N/014)
JAKARTA Indonesia membagikan pengalaman dalam mengelola ekosistem gambut berbasis data pada pertemuan Global Peatlands Initiative (GPI)
NASIONAL
MAKASSAR Pemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai beroperasi pada Oktober 2026. Program tersebut di
EKONOMI
MEDAN Seorang pasien lanjut usia berinisial MS (72), warga Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, melaporkan seorang dokter spesialis ortoped
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bertindak tegas terhadap seluruh pela
NASIONAL
JAKARTA Meta angkat bicara terkait kekhawatiran pemerintah India mengenai fitur username WhatsApp yang dinilai berpotensi meningkatkan ri
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada perdagangan Minggu (5/7/2026) terpantau tidak mengalami peruba
EKONOMI
JAKARTA Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia 2026. Penyerang andalan Prancis itu kini menyamai koleksi gol Lione
OLAHRAGA
JAKARTA Polemik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas. Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Irawan menyoroti kembali terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pembe
POLITIK
LANGKAT Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan nasional setelah dua bupati secara berturutturut terjerat operasi tangkap tangan (OTT)
HUKUM DAN KRIMINAL