BREAKING NEWS
Jumat, 27 Februari 2026

Bagja Ungkap Gedung Bawaslu Saksi Hadapi Tantangan Politisasi Identitas di 2019

BITVonline.com - Minggu, 21 April 2024 03:29 WIB
Bagja Ungkap Gedung Bawaslu Saksi Hadapi Tantangan Politisasi Identitas di 2019
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Minggu (21/4/2024) menjadi momentum penting bagi Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, saat mengungkapkan harapannya agar kantor Bawaslu yang terletak di Jakarta Pusat tetap bertahan dan tidak dipindahkan. Dalam sambutannya dalam acara perayaan HUT ke-16 Bawaslu, Bagja menyebutkan bahwa gedung Bawaslu bukan hanya tempat kerja biasa, melainkan menjadi saksi sejarah politik identitas pada tahun 2019.

Dengan penuh semangat, Bagja memulai pidatonya dengan menyoroti keberadaan Gedung Sarinah yang terletak di seberang kantor Bawaslu. “Teman-teman perempuan, anda harus tahu di depan gedung Bawaslu ada gedung yang bersejarah yang berdiri pada awal pemerintahan Soekarno,” ungkap Bagja, menekankan pentingnya konteks sejarah yang melekat pada lokasi tersebut.

Menariknya, Bagja juga memperkenalkan sosok Sarinah, seorang tokoh perempuan yang dikagumi oleh Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. Sarinah dipandang sebagai figur yang mengajarkan nilai-nilai penting tentang cinta pada Indonesia dan rakyatnya kepada Soekarno. “Sarinah adalah tokoh perempuan yang dikagumi oleh Soekarno. Sarinah yang mengajarkan Soekarno bagaimana mencintai Indonesia, bagaimana mencintai rakyat Indonesia,” jelas Bagja, menggambarkan makna historis yang melekat pada kedua gedung tersebut.

Dari perspektifnya, gedung Bawaslu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan menjadi saksi sejarah dalam menghadapi tantangan politisasi identitas yang terjadi pada tahun 2019. Bagja mengungkapkan keprihatinannya agar gedung tersebut tetap menjadi bagian dari narasi sejarah yang terus hidup. “Jadi jangan sampai Bawaslu pindah dari gedung ini Pak Sekjen, karena begitu kita lepas dari Sarinah maka kita jadi nir sejarah,” tegasnya, menyoroti pentingnya kontinuitas dan memori kolektif dalam menjaga integritas sejarah.

Lebih lanjut, Bagja juga mengungkapkan bahwa meski gedung Bawaslu bukan termasuk dalam cagar budaya, namun memiliki sejumlah cerita menarik yang menggambarkan perjalanan beratnya sebagai lembaga pengawas pemilu. “Jadi teman-teman walaupun kita bukan gedung cagar budaya, tapi gedung ini adalah saksi dan tidak pernah ada mungkin gedung penyelenggara pemilu yang dilempar bom molotov selain gedung Bawaslu Thamrin 14 ini,” paparnya, menekankan perjuangan yang telah dilalui oleh Bawaslu.

(K/09)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru