Kemnaker Integrasikan Data BPJS dan K3, Pengawasan Ketenagakerjaan Masuk Era Baru
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
SERANG – Muhammad Zinedine Alam Ganjar, putra tunggal dari Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh, mengambil inisiatif yang luar biasa dengan berdiskusi bersama ratusan pemuda tentang masa depan pembangunan bangsa, terutama di Provinsi Banten. Diskusi ini, yang dihadiri oleh Alam, menyentuh berbagai aspek penting dalam memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mengatasi tantangan kemiskinan dan pengangguran yang tinggi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini, yang berlangsung dalam acara ‘Mimbar Demokrasi Komunitas Muda Bicara Pemilu’ di Taman Kopi, Kota Serang, Banten pada Kamis (1/2) malam, menyoroti permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat Banten. Salah satu fokus utama adalah tingkat pengangguran yang masih tinggi, seperti yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS), di mana Provinsi Banten memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 486,35 ribu orang atau setara dengan 7,97%.
Kendati demikian, Alam dan Komunitas Pemuda Banten menekankan pentingnya mengangkat persoalan ini sebagai salah satu prioritas utama dalam merumuskan program-program pembangunan di masa mendatang. Mereka menyadari bahwa pembentukan lapangan kerja menjadi kunci untuk mengatasi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dalam hal ini, Alam menyampaikan bahwa diperlukan pembentukan belasan juta lapangan pekerjaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi secara memadai.
Pentingnya perhatian terhadap lapangan kerja menjadi semakin nyata mengingat Indonesia saat ini sedang memasuki era bonus demografi, di mana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak daripada usia tidak produktif. Dari jumlah penduduk sebanyak 275,36 juta jiwa, sebanyak 190,83 juta jiwa (69,3%) merupakan penduduk usia produktif, sementara 84,53 juta jiwa (30,7%) adalah penduduk usia tidak produktif.
Inisiatif yang diambil oleh Alam dan komunitas pemuda Banten menunjukkan kesadaran yang mendalam akan pentingnya peran pemuda dalam proses pembangunan. Mereka menyadari bahwa memanfaatkan momentum bonus demografi ini dan mempersiapkan diri secara optimal adalah kunci untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, keterlibatan aktif pemuda dalam setiap tahap eksekusi program pembangunan menjadi sangat penting untuk menjamin keberhasilan dan dampak positif yang maksimal bagi masyarakat Banten dan seluruh Indonesia.
(A/08)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menerapkan sistem pengawasan ketenagakerjaan berbasis risiko (riskbased supervision
NASIONAL
MANADO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara menegaskan komitmennya dalam mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional di sektor pen
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) DPP Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaika
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar produk kelapa sawit nasional memperoleh pengecualian dari kebijakan tarif impor sebe
EKONOMI
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan infrastru
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam setiap rapat koordinasi Komite Sta
EKONOMI
MEDAN Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungbalai, Fitra Ramadhan Panjaitan, divonis tiga tahun penjara dalam perkara koru
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH, MLi, menegaskan perubahan mekanis
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batu Bara menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian laporan Panitia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI, Teuku Ibrahim, mendesak Polda Metro Jaya bergerak cepat mengusut peny
HUKUM DAN KRIMINAL