Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengingatkan agar perbedaan sikap politik tidak sampai mengorbankan kepentingan masyarakat, terutama warga yang masih menghadapi dampak bencana banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.
Pernyataan itu disampaikan Tito menanggapi wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang sempat bergulir di DPRD Tapteng.
Polemik tersebut juga berkaitan dengan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tapteng.
Baca Juga:
Menurut Tito, pemerintah daerah saat ini seharusnya memprioritaskan pemulihan kondisi masyarakat setelah bencana banjir.
Ia mengaku telah bertemu dengan pihak DPRD maupun jajaran eksekutif Kabupaten Tapteng untuk memediasi perbedaan yang terjadi.
"Saya datang ke sana menyampaikan, saya mediasi, janganlah kemudian perbedaan politik membuat gangguan terhadap operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat," kata Tito usai rapat di kompleks parlemen, Senin, 14 September 2026.
Dalam mediasi tersebut, Tito meminta pejabat eksekutif dan legislatif di Tapanuli Tengah mengesampingkan perbedaan politik dan bergotong royong menangani dampak bencana.
Ia menilai pemulihan masyarakat harus menjadi perhatian utama karena sebagian warga bahkan kembali harus mengungsi akibat banjir susulan.
Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung penanganan bencana di wilayah tersebut.
Tito mengatakan Presiden telah mencairkan anggaran sebesar Rp123 miliar pada April dan kembali menambahkan Rp14 miliar pada Agustus.
"Tapi jangan sampai ini kemudian saya dengar realisasinya masih kecil karena salah satunya perdebatan dengan DPR. Nah, janganlah," katanya.
Tito menekankan, persoalan politik antara pemerintah daerah dan DPRD seharusnya tidak menghambat penggunaan anggaran untuk kepentingan masyarakat yang terdampak bencana.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.