Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sebelumnya, lima fraksi di DPRD Tapanuli Tengah sempat mendorong wacana pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu.
Kelima fraksi tersebut berasal dari Partai NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB. Mereka menilai roda pemerintahan Kabupaten Tapanuli Tengah berjalan tidak optimal dan pengelolaan anggaran tidak profesional.
Juru bicara lima fraksi tersebut, Hazmi Arif Simatupang, mengatakan pihaknya menemukan dugaan pengelolaan anggaran yang buruk.
Selain persoalan anggaran, lima partai tersebut juga menyoroti penanganan banjir di Tapanuli Tengah.
Mereka menilai respons pemerintah daerah berjalan lambat dan penyaluran bantuan kepada korban belum maksimal.
"Kami juga mewacanakan serta mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah sampai pada tingkat pemakzulan terhadap Bupati Masinton Pasaribu," kata dia, Sabtu, 5 September 2026.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan DPRD Tapanuli Tengah tidak melanjutkan wacana pemakzulan terhadap Masinton Pasaribu.
DPRD Tapteng juga telah menggelar rapat bersama tim anggaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah permintaan DPRD yang sebelumnya tidak diakomodasi dalam anggaran pemerintah daerah.
Terdapat 10 poin permintaan DPRD Tapteng yang sebelumnya disebut dipangkas oleh Pemkab Tapteng.
Ketua DPRD Tapteng dari Fraksi Golkar, Joneri Sihite, mengatakan proses pemakzulan masih sebatas wacana dan memiliki tahapan panjang apabila benar-benar dilanjutkan.
"Sebenarnya pemakzulan kan masih wacana aja situ. Dan itu kan masih panjang tahap-tahapnya kalau berproses pun itu," kata Joneri, Jumat, 11 September 2026.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.