Trauma Insiden Joget Tahun Lalu, DPD Pastikan Sidang Tahunan MPR 2026 Lebih Khidmat
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
JAKARTA -Hubungan erat antara Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi sorotan publik, terutama setelah keduanya terlihat berbincang akrab dalam acara Bentang Harapan JakAsa di Balai Kota Jakarta pada Rabu (1/1/2025). Momen tersebut dianggap memiliki makna mendalam yang dapat memengaruhi dinamika politik di Jakarta, khususnya terkait hubungan antara pendukung kedua tokoh tersebut.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebutkan bahwa kedekatan Anies dan Ahok diharapkan bisa menular ke para pendukungnya. “Harmonisnya pendukung Anies dan Ahok dapat menjadi kekuatan dalam membantu Pramono-Rano membangun Jakarta. Hal ini akan memudahkan Pramono-Rano merealisir janji-janji politiknya saat kampanye Pilkada 2024,” ujar Jamiluddin dalam keterangannya, Kamis (2/1/2025).
Selain itu, Jamiluddin juga melihat momen saling berbisik antara Anies dan Ahok sebagai sinyal keduanya bisa memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Rano. Dukungan ini, meskipun sudah disampaikan sebelumnya, akan memberikan dampak yang lebih besar jika disampaikan secara bersama-sama, baik secara politis, psikologis, maupun sosiologis.
Jamiluddin juga menganggap bahwa keduanya mungkin akan melakukan pidato politik bersama. Pidato tersebut bisa berfokus pada isu-isu penting yang sedang berkembang di Indonesia, seperti Pilkada melalui DPRD, PPN 12 persen, pemberantasan korupsi, dan penanganan pelanggaran HAM. Selain itu, isu-isu sensitif terkait Presiden Joko Widodo pasca pensiun juga berpeluang menjadi tema utama dalam pidato politik tersebut.
“Anies dan Ahok bisa saja menyampaikan hal-hal yang spesifik terkait Jokowi, terutama isu-isu sensitif terkait Jokowi pasca pensiun presiden,” kata Jamiluddin. Ia juga menyebutkan bahwa ini bisa menjadi langkah pertama bagi keduanya untuk mendeklarasikan diri sebagai simbol oposisi, terutama mengingat lemahnya partai oposisi saat ini.
Menurut Jamiluddin, jika Anies dan Ahok dapat memposisikan diri sebagai simbol oposisi non-parlemen, kontrol terhadap pemerintah bisa lebih berarti, serta berpotensi menyelamatkan demokrasi di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan, langkah ini juga bisa menjadi bagian dari persiapan mereka untuk Pilpres 2029. Bahkan, Jamiluddin mengisyaratkan kemungkinan pasangan ini akan berkoalisi untuk maju pada Pilpres 2029.
(N/014)
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamuddin memastikan tidak akan ada lagi lagu yang dapat memicu anggota DPR maupun DPD berjoget dalam Si
POLITIK
JAKARTA Tim kuasa hukum Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menyiapkan sejumlah bukti, saksi, hingga ahli untuk menghadapi sidang
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat beralih dari motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Menurutnya, penggu
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia. Meski hidup dalam kete
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menutup secara permanen 504 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah hingga 10 Agustus 2026
NASIONAL
TANJUNGBALAI Tiga pekerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, mengalami kecelakaan kerja saat menghias tugu
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (13/8/2026). IHSG turun 72,08 poin atau 1,13 ke level
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan pada perdagangan Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data Bloo
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan tindak pidana korupsi terkait praktik transfer pricing yang melibatkan PT Toba Pulp L
HUKUM DAN KRIMINAL