DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT ke-81 RI, Bupati Tak Hadir
TANJUNG JABUNG TIMUR Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar sidang paripurna dengan agenda mende
PEMERINTAHAN
JAWA TENGAH -Kombes Pol Artanto, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, memberikan izin kepada band Sukatani untuk kembali membawakan lagu mereka yang sempat viral, "Bayar Bayar Bayar", di atas panggung. Pernyataan ini disampaikan setelah sebelumnya band Sukatani menarik lagu tersebut dan meminta maaf kepada institusi Polri.
Pada Sabtu (22/2/2025), Artanto menyatakan, "Iya monggo aja," menanggapi permintaan band Sukatani untuk menampilkan lagu tersebut di atas panggung. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi band untuk membawakan lagu mereka, menegaskan kebebasan berekspresi yang dihargai oleh pihak kepolisian.
"Enggak ada. Bebas mereka, silahkan (dibawakan dalam aksi panggung)," lanjut Artanto. Ia juga mengungkapkan bahwa band Sukatani dapat mengedarkan kembali lagu mereka di berbagai platform digital tanpa masalah.
Artanto menambahkan, Polri sangat menghargai ekspresi yang disampaikan melalui seni, termasuk kritik yang membangun terhadap instansi kepolisian. "Kita menghargai ekspresi dan yang memberikan kritik membangun kepada Polri itu menjadi teman Bapaknya Kapolri, kita hargai," ujarnya.
Sebelumnya, band Sukatani mendapat sorotan publik setelah lagu mereka "Bayar Bayar Bayar" viral di media sosial. Lagu tersebut dianggap sebagai kritik terhadap oknum kepolisian yang dianggap melanggar aturan. Namun, setelah lagu tersebut menuai perbincangan luas, band Sukatani memutuskan untuk menariknya dari platform digital dan meminta penghapusan di berbagai kanal distribusi musik.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, Muhammad Syifa Al Ufti, vokalis band Sukatani, menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi Polri. "Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar'," ujar Ufti pada Kamis (20/2/2025). Band ini menegaskan bahwa lagu tersebut awalnya dibuat sebagai bentuk kritik terhadap oknum kepolisian, namun setelah mempertimbangkan dampaknya, mereka memilih untuk mencabut lagu tersebut.
(km/a)
TANJUNG JABUNG TIMUR Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggelar sidang paripurna dengan agenda mende
PEMERINTAHAN
MEDAN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN meluncurkan sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) CoBranding bersama Universit
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menjenguk salah seorang murid SMK Negeri 1 Berastagi yang menjadi korban duga
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa T
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono memastikan anggaran pembangunan IKN tetap tersedia meski nama IKN tid
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan sejumlah target pemerintah untuk 2027. Target tersebut disampaikan dalam pemaparan RAPBN da
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mendatangi rumah eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di
HUKUM DAN KRIMINAL
NAGEKEO Sejumlah akses jalan menuju Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terputus setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7
PERISTIWA
JAKARTA Indonesia kembali membuka keran ekspor beras setelah pemerintah menyatakan produksi dan stok pangan nasional berada dalam kondis
PERTANIAN AGRIBISNIS
KARO Bupati Karo Antonius Ginting menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kondisi pelajar yang mengalami gejala keracunan usai me
SOSOK