BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Perbedaan Pendapat Pramono dan Rano tentang Relokasi Korban Banjir ke Rusun Jakarta

- Kamis, 06 Maret 2025 08:18 WIB
Perbedaan Pendapat Pramono dan Rano tentang Relokasi Korban Banjir ke Rusun Jakarta
Gubernur Jakarta Pramono(kanan) & Wagub Jakarta Rano (Kiri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mempertimbangkan opsi relokasi warga terdampak banjir ke rumah susun (rusun) sebagai salah satu solusi dalam menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda Ibu Kota.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengajak warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk pindah ke rusun yang telah disediakan oleh pemerintah.

"Saya selalu mensosialisasikan kesempatan ini. 'Ayo kita pindah ke rusun. Kalau mau pindah, yuk,'" ujar Rano saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/3/2025).

Bahkan, Rano selalu mengajak warga untuk pindah ke rusun setiap kali mengunjungi daerah terdampak banjir.

Politikus PDI-P ini juga sesekali melontarkan candaan kepada warga yang masih enggan direlokasi, memperingatkan mereka tentang risiko banjir yang terus berulang.

"Makanya saya tadi bercanda sama si Mak, 'Rusun aja dulu. Mau begini terus. Jangan ngeluh ya. Berarti tiap tahun kita ngebantuin begini, ngos-ngosan juga kan,'" ujar Rano dengan senyum.

Rano mencontohkan, Rusun Jagakarsa yang baru selesai dibangun, menawarkan sekitar 800 unit hunian dengan fasilitas lengkap, termasuk sarana olahraga. Bahkan, Rano mengklaim bahwa kualitas rusun tersebut setara dengan hunian di Singapura.

"Kita baru kelar nih rusun di Jagakarsa. Itu ada tiga tawaran, kalau dihitung mungkin 800 kamar, dan saya minta maaf, kualitasnya sama dengan Singapura.

Kalau mau pindah, yuk," ungkap Rano.

Namun, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, justru memiliki pandangan yang berbeda. Ia menilai perlunya kajian mendalam sebelum memutuskan relokasi warga ke rusun

. "Hari ini saya belum bicara relokasi. Saya kalau bicara relokasi kok ya kesannya ngarang-ngarang," ujar Pramono setelah meninjau kondisi pengungsi di GOR Otista, Jakarta Timur, pada Rabu (5/3/2025).

Pramono menyatakan bahwa ia ingin mempelajari lebih lanjut tentang opsi relokasi ini, karena keputusan tersebut harus saling menguntungkan baik bagi warga maupun pemerintah.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru