BREAKING NEWS
Jumat, 27 Maret 2026

Janji Tinggal Janji, Banjir Bandar Selamat Masih Jadi Masalah Lintas Periode

Abyadi Siregar - Senin, 14 April 2025 12:46 WIB
Janji Tinggal Janji, Banjir Bandar Selamat Masih Jadi Masalah Lintas Periode
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN -Permasalahan banjir di kawasan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, terus menjadi momok bagi warga. Meski kepemimpinan di kota ini telah berganti dari satu periode ke periode berikutnya, kondisi banjir tak kunjung membaik. Janji-janji penanganan banjir yang pernah dilontarkan pejabat publik pun tak lebih dari sekadar wacana.

Ketua Asosiasi Alumni Teknologi TeladanMedan (AATT) mengatakan bahwa setiap kali hujan deras mengguyur Medan, kawasan di bawah Jalan Tol Bandar Selamat hampir selalu tergenang. Genangan air menutup jalan dan merendam permukiman warga, mengganggu berbagai aktivitas seperti berdagang, bekerja, hingga mengantar anak ke sekolah.

"Setiap kali hujan turun, jalanan pasti tergenang. Anak-anak sulit berangkat sekolah, kemacetan tak terhindarkan. Ini masalah yang sudah berlangsung lama, tapi kenapa tidak juga selesai?" keluh Partaonan Harahap, Yang juga sebagai Dosen Fakultas Teknik UMSU.

Tak hanya mengganggu rutinitas harian, banjir di kawasan tersebut juga berdampak besar pada perekonomian warga. Banyak pelaku usaha kecil merugi karena lapak mereka terendam. Sementara itu, kemacetan lalu lintas menjadi pemandangan rutin saat genangan mencapai ketinggian tertentu.

Pemerintah daerah sebelumnya telah menjanjikan berbagai solusi, mulai dari perbaikan drainase, normalisasi sungai, hingga pembangunan saluran baru. Namun hingga kini, belum ada proyek nyata yang benar-benar menyelesaikan persoalan tersebut.

Menurut Partaonan, lambannya penanganan banjir turut disebabkan oleh tumpang tindih kewenangan antara Pemkot Medan, Pemprov Sumatera Utara, dan pengelola jalan tol. "Ini sebenarnya masalah teknis yang bisa diselesaikan. Tapi karena tidak ada sinergi dan kemauan politik yang kuat, persoalan ini justru terus dibiarkan," ujarnya.

Ia menambahkan, warga berharap persoalan banjir tak lagi dijadikan komoditas politik atau sekadar bahan kampanye. "Kami butuh langkah konkret, mulai dari audit sistem drainase hingga realisasi proyek pengendalian banjir yang terencana dan terintegrasi," tegasnya.

"Janji boleh diulang, tapi jangan masalahnya juga ikut diulang. Banjir di Bandar Selamat sudah berlangsung bertahun-tahun. Jika tak segera ditangani secara serius, bukan hanya aktivitas warga yang terganggu, tapi juga kredibilitas pemerintah yang terus dipertaruhkan," pungkasnya kepada awak media.*

(kp/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru