Airlangga Ungkap RI Kekurangan Insinyur, Industri Digital Butuh 150 Ribu Tenaga Ahli Baru
JAKARTA Pemerintah menyatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 150 ribu insinyur dalam beberapa tahun ke depan guna mendukun
EKONOMI
RIAU -Kejadian tak mengenakkan terjadi di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) saat seorang pria mengamuk lantaran ditolak saat hendak menukar uang logam seberat 8 kilogram. Kejadian ini langsung menjadi viral setelah sebuah video berdurasi 3 menit 12 detik tersebar di media sosial, memperlihatkan emosi pria tersebut yang merasa diperlakukan tidak adil.
Dalam video tersebut, terdengar suara pria yang marah-marah kepada pegawai BI. “Kita bawa uang 8 kilogram. Dia nyuruh buang. Kita masyarakat loh, harusnya ada pelayanan publik di sini, ni BI,” ucapnya dengan nada kesal. Pria tersebut mengaku uang logam yang dibawanya masih berlaku dan seharusnya bisa ditukar di BI.
Ia mengungkapkan rasa frustrasinya setelah ditolak petugas keamanan dan diberitahu bahwa uang logam yang dibawa tidak dapat ditukar. “Kita emosi loh, ada 8 kilo uang logam, disuruh buang sama dia. Uang logam yang masih berlaku disuruh buang sama pegawai BI,” ujar pria tersebut dalam video.
Pria itu juga menuturkan bahwa dia merasa kecewa karena informasi yang diberikan oleh petugas sekuriti tidak jelas. “Yang pertama kami ditolak sekuriti, terus katanya berlaku, nggak boleh ditukar, disuruh dibuang. Harusnya diberikan informasi yang baik, jangan disuruh buang,” keluhnya.
Namun, dalam video tersebut, seorang pria yang diduga pegawai BI menghampiri perekam video dan mencoba memberikan penjelasan tentang prosedur penukaran uang logam. Meskipun demikian, pria yang merekam video tersebut tampak masih kesal dan melontarkan kata-kata marah.
Plh Kepala Perwakilan BI Kepri, Husni Naparin, memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu, 11 Desember 2024, ketika pria tersebut datang ke kantor BI menggunakan mobil. Pada saat itu, petugas sekuriti bertanya tujuan kedatangan pria tersebut dan dia mengaku hendak menukar uang logam.
“Teman-teman sekuriti kemudian menjelaskan tata cara penukaran uang logam yang bisa dilakukan pada hari Selasa dan Kamis,” kata Husni. Namun, pria tersebut tampak tidak puas dengan penjelasan sekuriti, sehingga ia memarkirkan mobilnya dan masuk ke lobby kantor BI.
Saat berada di lobby, pria itu kembali bertemu dengan petugas BI dan kembali dijelaskan tentang prosedur penukaran uang logam. Menurut Husni, pria tersebut terlihat emosi dan mulai mengeluarkan kata-kata yang dianggap kurang pantas. “Saat petugas BI memberikan penjelasan, pria tersebut melemparkan uang logamnya di depan lobi,” ungkap Husni.
Husni juga membantah klaim yang menyebutkan bahwa petugas BI meminta pria tersebut untuk membuang uang logamnya. “Tidak ada petugas yang meminta untuk membuang uang logam. Semua sudah dijelaskan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Meskipun pihak BI Kepri sudah berupaya memberikan penjelasan secara persuasif kepada pria tersebut, Husni menyebutkan bahwa pria itu memutuskan untuk pulang tanpa menerima penjelasan lebih lanjut. “Kami terus secara persuasif mengajak yang bersangkutan masuk ke dalam gedung, namun dia langsung pulang,” jelas Husni.
Pihak BI Kepri memastikan bahwa mereka telah memberikan pelayanan yang optimal dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun, Husni juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan di masa mendatang. “Kami akan melakukan evaluasi bagaimana peningkatan standar pelayanan agar lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, kejadian ini terus menjadi perbincangan publik setelah video tersebut viral di media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan perlakuan yang diterima pria tersebut dan meminta agar layanan publik, terutama yang berkaitan dengan pelayanan keuangan, bisa lebih transparan dan informatif.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi lembaga layanan publik, termasuk Bank Indonesia, untuk selalu memberikan penjelasan yang jelas dan memastikan prosedur pelayanan berjalan dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kekecewaan di pihak masyarakat.
(N/014)
JAKARTA Pemerintah menyatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 150 ribu insinyur dalam beberapa tahun ke depan guna mendukun
EKONOMI
JAKARTA Ulama Yahya Zainul Ma&039arif atau yang dikenal sebagai Buya Yahya mengajak masyarakat untuk mendoakan Presiden Prabowo Subian
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengajukan permohonan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional masih dalam kondisi aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat a
EKONOMI
MEDAN Memaknai bulan suci Ramadan 2026, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mendorong masyarakat menanamkan semangat gotong royo
PEMERINTAHAN
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 turun menjadi US 151,9 miliar atau sekit
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali melaksanakan Safari Ramadan, kali ini menjangkau masjid yang berada di lingkungan permukiman, termas
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong penguatan dan pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) di sel
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menyambut baik keputusan Pemerintah Pusat yang menambah alokasi dana transfer ke dae
PEMERINTAHAN
SEI RAMPAH Antrean panjang kendaraan terjadi sejak subuh di SPBU nomor 14.205.1139, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdan
NASIONAL