Ribuan Hektare Sawah Rusak di Aceh Mulai Pulih, Rehabilitasi Capai 14.799 Hektare
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara (Sumut) mendorong Pemerintah Provinsi untuk lebih kreatif, inovatif, dan berpikir out of the box dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut yang digelar di Gedung DPRD, Rabu (23/7), juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Agustinus Zega menyatakan bahwa langkah optimalisasi pendapatan melalui digitalisasi sistem pemungutan pajak seharusnya mengikuti perkembangan zaman. Namun menurutnya, penjelasan Gubernur Sumut justru belum menunjukkan langkah konkret.
"Jawaban Gubernur Sumut terkait optimalisasi pendapatan daerah belum konkret. Kami menilai Pemprov harus lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi daerah," tegas Agustinus.
Desak Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Transparansi
Fraksi PDI Perjuangan juga menekankan pentingnya perencanaan dan penganggaran daerah yang akurat dan transparan. Analisis prognosis pendapatan dan perencanaan belanja daerah harus dikaji secara matang, dengan memanfaatkan seluruh potensi lokal sebagai sumber pendapatan.
"Semua proses anggaran harus berpedoman pada prinsip transparansi dan akuntabilitas," lanjut Agustinus.
Kritik atas Kinerja Infrastruktur dan Administrasi
Fraksi PDIP turut mengkritik pengakuan Pemprov Sumut bahwa pembangunan infrastruktur belum berjalan optimal. Mereka menilai alasan seperti kendala teknis, kesiapan lahan, dan perizinan tidak dapat diterima secara logis.
"Pembangunan infrastruktur seharusnya sudah disiapkan dari sisi teknis dan administratif sebelum pelaksanaan. Alasan keterlambatan tidak dapat dijadikan pembenaran," tegasnya.
Pendidikan, Perkebunan, dan Agraria Jadi Sorotan
Dalam bidang pendidikan, Fraksi PDIP meminta agar pemetaan kebutuhan infrastruktur pendidikan menjadi prioritas utama, terutama di daerah yang masih minim akses.
"Pendidikan harus memenuhi rasa keadilan masyarakat dan mengacu pada standar pelayanan minimal, terutama di daerah terpencil," ujar Agustinus.
Fraksi juga menyoroti persoalan agraria. Mereka mendesak Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) untuk aktif berkoordinasi dan menyampaikan progres penyelesaian konflik agraria kepada DPRD maupun komisi terkait.
"Ini agar kerja GTRA terpantau dan menjadi saluran aspirasi rakyat dalam penyelesaian konflik agraria," pungkasnya.*
(j006)
ACEH Upaya rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunj
PERTANIAN AGRIBISNIS
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menerima kunjungan silaturahmi jajaran Program Keluarg
PEMERINTAHAN
ASAHAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna untuk mendengarkan pendapat akhir fraksifraksi
PEMERINTAHAN
MEDAN Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Smartboard senilai Rp29,5 miliar di Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat mengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., meminta aparat penegak huku
HUKUM DAN KRIMINAL
PEMATANGSIANTAR Tiga tersangka yang sempat masuk daftar pencarian dalam kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria di kawasan Taman
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Aksi petarung Mixed Martial Arts (MMA) asal Sumatera Utara, Jeka Saragih, yang turun langsung memperbaiki jalan provinsi di dekat
NASIONAL
BANDA ACEH Bhayangkara Fest 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 terus menghadirkan berbagai kegiatan mena
NASIONAL
PURWOKERTO Jajaran rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergiz
PERISTIWA
MEDAN Ratusan mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Senin (22/6/2026
PERISTIWA