Transparansi anggaran dan evaluasi program menjadi penting untuk menghindari persepsi negatif bahwa kegiatan ini hanya sebatas formalitas atau ajang relaksasi berkedok pelatihan.
Jika praktik seperti ini terus berulang tanpa pengawasan yang ketat, dikhawatirkan dana publik yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, justru habis untuk kegiatan administratif yang tidak berdampak langsung.
Bupati Gus Irawan, sebagai pemimpin yang pernah menjanjikan efisiensi dan perubahan, kini berada dalam sorotan publik.
Konsistensi antara janji politik dan kebijakan nyata akan menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinannya.
Masyarakat Tapsel tentu berharap bahwa janji yang pernah dilontarkan tidak hanya menjadi retorika kampanye.
Di tengah tekanan ekonomi dan tantangan pembangunan desa, efisiensi anggaran menjadi sangat krusial.
Setiap rupiah dari dana publik sebaiknya diarahkan untuk program yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.
Jika tidak segera ada evaluasi, dikhawatirkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah daerah akan terus tumbuh, dan peluang untuk melakukan perubahan yang lebih baik pun terbuang sia-sia.*