BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

Sosialisasi PSBS di Karangasem: Kunci Pengelolaan Sampah Berkelanjutan adalah Perubahan Pola Pikir dan Kebiasaan

Fira - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:34 WIB
Sosialisasi PSBS di Karangasem: Kunci Pengelolaan Sampah Berkelanjutan adalah Perubahan Pola Pikir dan Kebiasaan
Ibu Putri Koster memberikan penjelasan di dua kecamatan di Kabupaten Karangasem, yaitu Kecamatan Abang dan Kecamatan Bebandem.(foto : fira/bitv)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KARANGSAEM - Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kembali menekankan pentingnya penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin mengkhawatirkan di Bali.

Dalam acara sosialisasi yang berlangsung pada Jumat (29/8), Ibu Putri Koster memberikan penjelasan di dua kecamatan di Kabupaten Karangasem, yaitu Kecamatan Abang dan Kecamatan Bebandem.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menyampaikan bahwa pengelolaan sampah sejak awal harus dilakukan dengan memilah sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu. Sampah organik, kata Ibu Putri, dapat dikelola langsung oleh masing-masing rumah tangga atau sumbernya. Sedangkan sampah anorganik dan residu akan dikelola melalui TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah 3R) dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) yang ada di masing-masing desa adat.

Baca Juga:

"Pola pengelolaan sampah lama, yang mengumpulkan, mengangkut, dan membuang sampah ke TPA (open dumping) seperti di Suwung, sudah terbukti gagal. Hal ini hanya menambah masalah baru dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan," jelasnya.

Ibu Putri juga mengingatkan bahwa proses pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan uap dan cairan beracun yang dikenal dengan nama zat dioksin, yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga:

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga masyarakat. Setiap individu diharapkan dapat berperan aktif dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri.

Pemerintah desa, dalam hal ini, memegang peran kunci dalam keberhasilan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS), di mana kepala desa, bendesa, dan lurah bertanggung jawab sebagai ujung tombaknya.

Anggota Tim Kerja PSBS Provinsi Bali, Prof. Dr. Ni Luh Kartini, juga memberikan penekanan serupa mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak awal. Sampah yang sudah tercampur menjadi sulit untuk dipilah dan dikelola dengan baik. "Perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan," ujar Prof. Kartini.

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar, serta mendorong perubahan pola pikir untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Bali.*

Editor
: Justin Nova
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Forkopimcam Dentim Gelar Pertemuan Pembahasan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber
Menuju Lingkungan Lebih Bersih, Pemprov Sumut Targetkan 2026 Bebas Pengelolaan Sampah Terbuka
Larangan Buang Sampah Organik di TPA Suwung: Truk Mengular Panjang, Polisi Turun Atur Lalin
Desa Pergung Gelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah, Siap Terapkan Sanksi Tegas untuk Pelanggar
DPRD Pematangsiantar Desak Pengelolaan Sampah di TPA Tanjung Pinggir Tidak Lagi Gunakan Sistem Open Dumping
Pemerintah Pangkas Regulasi PLTSa, Tarif Listrik Sampah Naik Jadi 20 Sen per kWh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru