Prabowo Bandingkan Sikap Demokrat Saat Kalah Politik: Tidak Caci Maki dan Bakar-bakar
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga
POLITIK
JAKARTA — Jumlah angkatan kerja Indonesia terus meningkat, namun mayoritas pekerja masih berpendidikan rendah.
Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Agustus 2025, jumlah angkatan kerja mencapai 146,54 juta orang, naik sekitar 1,90 juta dibanding periode yang sama tahun lalu.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan, tenaga kerja dengan pendidikan tinggi masih tergolong sedikit, yakni hanya 13,06 persen dari total pekerja.Baca Juga:
"Sekitar 34,75 persen tenaga kerja berpendidikan SD ke bawah, jadi pendidikan rendah masih mendominasi," kata Edy di Kantor Pusat BPS, Rabu (5/11/2025).
BPS juga mencatat, sebanyak 84,70 juta orang (57,80 persen) bekerja di sektor informal, sementara pekerja di sektor formal mencapai 61,84 juta orang (42,20 persen).
Meski masih rendah, BPS menilai ada peningkatan kualitas pendidikan tenaga kerja.
"Dibanding Agustus 2024, proporsi lulusan SD menurun dan jumlah pekerja dengan pendidikan diploma hingga sarjana mengalami kenaikan," jelas Edy.
Dari sisi jam kerja, mayoritas pekerja di Indonesia termasuk dalam kategori pekerja penuh waktu, yaitu bekerja lebih dari 35 jam per minggu.
Namun demikian, BPS mencatat adanya sedikit penurunan dibanding tahun lalu.
"Proporsi pekerja tidak penuh (1–35 jam per minggu) mencapai 32,68 persen atau sekitar 47,89 juta orang," ujar Edy.
Secara keseluruhan, dari 218,17 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154 juta di antaranya masuk dalam kategori angkatan kerja dengan tingkat partisipasi mencapai 70,59 persen.
Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka tercatat 7,46 juta orang, turun sekitar 4.000 orang dibanding Agustus 2024.
"Proporsi pekerja penuh dan setengah pengangguran mengalami penurunan. Serapan tenaga kerja terbanyak berada di sektor pertanian, perdagangan, serta industri pengolahan," tutup Edy.*
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan Partai Demokrat terhadap dirinya sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga
POLITIK
MEDAN Pernyataan Gubernur Sumut Bobby Nasution yang menyebut penyebab keracunan siswi di Karo akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) b
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp11 triliun untuk program pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat. Program ters
EKONOMI
JAKARTA Apple akhirnya memperkenalkan ponsel lipat pertamanya. Bukan iPhone Fold atau iPhone Ultra seperti yang sebelumnya ramai dirumor
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yan
EKONOMI
JAKARTA Bulan Ramadan selalu tampak datang lebih awal jika dilihat berdasarkan kalender Masehi. Pergeseran ini membuat Ramadan yang pada
AGAMA
BINJAI Dr. Agus Purwanto, S.Pd., M.Kesos resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa
NASIONAL
DENPASAR Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Bali pada Kamis, 10 September 2026, bervari
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta pada Kamis, 10 September 2026, didom
NASIONAL