MEDAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara memastikan pembangunan infrastruktur pada tahun 2025 akan dilakukan secara merata dan terpadu di berbagai wilayah.
Program ini dilaksanakan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yang menekankan keterpaduan pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi dalam satu kawasan.
Kepala Dinas PUPR Sumut, Hendra Darmawan Siregar, menyebutkan, pembangunan ini bertujuan agar seluruh sektor infrastruktur saling mendukung dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
"Terkait PHTC, kami akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara merata di tahun 2025. Fokusnya adalah keterpaduan antar bidang, baik jalan, jembatan, maupun irigasi," ujar Hendra saat memberikan keterangan di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (13/11/2025).
Rincian Proyek Jalan Provinsi Tahun 2025 Bidang Bina Marga Dinas PUPRSumut akan melaksanakan enam proyek jalan provinsi dengan total panjang 116,7 kilometer dan nilai anggaran Rp106,32 miliar.
Beberapa proyek tersebut antara lain: - Jalan Panjang Ganjang–Pakkat (Humbang Hasundutan): 4 km, progres fisik 70%, realisasi keuangan 20%. - Jalan Pantai Cermin–Perbaungan (Serdangbedagai): 1,06 km, progres fisik 75%, keuangan 20%. - Jalan Bridaham–Dolok Masihul (Serdangbedagai): 1,437 km, progres fisik 21%, keuangan 20%. - Jalan Tanjung Beringin–Bandar Khalifah (Batubara–Serdangbedagai): 3,5 km, progres fisik 30%, keuangan 20%. - Jalan Sigaringging–Batas Jungak (Phakpak Barat–Dairi): 3,87 km, progres fisik 21%, keuangan menunggu progres lebih lanjut. - Jalan Aek Kota Batu–Batas Labusel (Labuhanbatu Utara): progres fisik 21%, keuangan 21%.
Pembangunan Jembatan dan Irigasi Selain jalan, PUPRSumut membangun lima jembatan dengan total panjang 217 meter: - Dano Laole (Nias Barat): 95 m, fisik 73,47%, keuangan 55%. - Titi Keramat (Deliserdang): 20 m, fisik 35%, keuangan 20%. - Aek Pandomuan (Tapanuli Utara): 8 m, fisik 40%, keuangan 30%. - Aek Batang Angkola (Padangsidimpuan): 8 m, fisik 10%, keuangan 0%.
Untuk sektor sumber daya air, terdapat dua proyek peningkatan daerah irigasi dengan total anggaran Rp7,36 miliar: - Kabupaten Simalungun – progres fisik 20%, keuangan 20%. - Kabupaten Serdangbedagai – progres fisik 45%, keuangan 30%.Hendra menyebutkan, rencana proyek dan anggaran untuk tahun 2026 masih dalam tahap pembahasan.
Data kondisi jalan dan prioritas perbaikan tengah ditabulasi.
"Membangun jalan harus melalui perencanaan matang. Ketika masyarakat meminta perbaikan, tidak bisa langsung dikerjakan. Harus dihitung dulu panjang jalan, biaya konsultan, dan tahapan lelangnya. Setelah jelas, proyek bisa dilelang dan dikerjakan sesuai prosedur," jelasnya.*