BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Bali Perkuat Kemandirian Energi, Pangan, dan Air: Koster Paparkan Program Strategis ke Bappenas

Fira - Jumat, 14 November 2025 18:48 WIB
Bali Perkuat Kemandirian Energi, Pangan, dan Air: Koster Paparkan Program Strategis ke Bappenas
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Jaya Sabha, Kamis, 13 November 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memaparkan tiga program prioritas pembangunan berkelanjutan, kemandirian energi, pangan, dan air, saat menerima kunjungan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Jaya Sabha, Kamis, 13 November 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menegaskan bahwa Bali berada pada fase penting untuk memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang, terutama di sektor energi terbarukan, pertanian organik, dan konservasi sumber daya air.

Koster mengatakan Bali masih bergantung pada pasokan listrik dari PLTU Paiton, Jawa Timur, yang dialirkan melalui kabel bawah laut. Ketergantungan ini, menurut dia, sangat riskan.

Baca Juga:


"Beberapa kali Bali blackout akibat gangguan kabel bawah laut. Karena itu, percepatan PLTS menjadi prioritas, terutama untuk kantor pemerintahan, industri, dan hotel," kata Koster.

Menurut Koster, Bali harus segera memiliki sumber energi mandiri untuk menjamin stabilitas pariwisata dan kegiatan ekonomi.

Program kedua adalah Bali Mandiri Pangan, yang difokuskan pada penguatan pertanian organik.

Koster menyebut Bali memiliki kekayaan pangan yang seharusnya menjadi sandaran utama pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Kita kaya beras lokal, bawang merah, sayur, buah, cokelat, dan kopi Bali. Semua ini harus terus dijaga melalui penguatan pertanian organik," ujarnya.

Program ini berupaya mengurangi ketergantungan Bali terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Program ketiga adalah Bali Mandiri Air. Koster menekankan pentingnya pengelolaan air, dari sumber mata air hingga laut, sekaligus memperkuat aturan pembatasan plastik sekali pakai.

"Kita ingin Bali bersih. Air harus dimanfaatkan secara adil dan merata. Tidak boleh ada daerah yang kekurangan air," katanya.

Kebijakan pelarangan air minum dalam kemasan plastik di bawah satu liter menjadi bagian dari strategi pengurangan sampah dan menjaga ekosistem air Bali.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PT Hutama Karya Pacu Pembangunan Lima Rumah Sakit Baru untuk Perluas Akses Kesehatan Nasional
Flyover Nurtanio Dipacu untuk Dukung Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan Kurangi Titik Kemacetan Andir
Wagub Bali Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Desa Adat Keliki dalam Karya Agung
Cuaca Bali Hari Ini: Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan Ringan, Denpasar Cerah Berawan
PHI Raih Empat Penghargaan SKK Migas Security Award 2025, Tunjukkan Transformasi Keamanan Hulu Migas Nasional
2.183 Peserta Magang Bali Dilepas ke Jepang: “Menjadi Duta Bangsa dan Membangun Masa Depan”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru