Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS, Putri Koster, menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah organik. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BADUNG – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) PADAS, Putri Koster, menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah organik.
Hal itu disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di TPS3R Sapuh Jagat, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kamis (11/12/2025).
"Sampah organik yang ada di rumah tangga harus selesai di rumah tangga, yang berasal dari sekolah harus selesai di sekolah, dan dari tempat ibadah harus selesai di tempat ibadah. TPS3R tidak perlu lagi mengurusi sampah organik," jelas Putri Koster.
Ia menambahkan, TPS3R sebaiknya fokus pada pengelolaan sampah anorganik dan residu.
Dengan begitu, pengelolaan sampah berbasis sumber akan berjalan efektif dan beban TPS3R menjadi lebih ringan.
Putri Koster juga meminta kepala desa atau perbekel untuk aktif melakukan sosialisasi, edukasi, dan membimbing masyarakat agar mandiri mengelola sampahnya.
"Kepala desa diberikan kebebasan menentukan pola dan sistem pengelolaan sampah di desanya masing-masing," imbuhnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, mengatakan masyarakat di desanya telah menerapkan PSBS sesuai Pergub Bali No. 47 Tahun 2019.
Setiap warga memiliki nomor pemilahan, sehingga jika ada yang salah memisahkan sampah, dapat langsung dikoreksi.
Menurut Putri Koster, pengelolaan sampah di TPS3R Gulingan saat ini sudah berjalan cukup baik. Sampah organik dikelola menjadi kompos, sampah anorganik bernilai ekonomi diserahkan ke offtaker, dan residu dibawa ke TPST.
Namun, ia berharap ke depan TPS3R fokus sepenuhnya pada sampah anorganik dan residu, sementara sampah organik sepenuhnya diselesaikan di sumbernya.*
(dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Sidak TPS3R Gulingan, Putri Koster Tekankan Kemandirian Masyarakat Kelola Sampah