Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH, saat berinteraksi dengan warga secara langsung dan memantau percepatan penanganan material longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kec. Tukka, Senin (22/12/2025). (foto: Pemkab Tapteng)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Masinton tidak merinci secara detail komponen kerugian tersebut.
Namun ia menegaskan, skala kerusakan akibat bencana alam itu melampaui kemampuan anggaranpemerintah daerah sehingga memerlukan keterlibatan pemerintah pusat.
Menurut Masinton, pemerintah daerah membutuhkan alokasi anggaran khusus untuk mempercepat pemulihan pascabencana, terutama untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak.
"Kami tentu selain dana umum yang kami terima dari pusat ke daerah maupun dari provinsi ke daerah, membutuhkan anggaran khusus untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi agar recovery bisa lebih cepat," ujar dia.
Masinton berharap pemerintah pusat dapat menganggarkan bantuan secara bertahap sesuai besaran kerugian yang dialami Tapanuli Tengah.
Ia memperkirakan, dengan tambahan anggaran sekitar Rp2 triliun per tahun, proses pemulihan dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun.
"Katakan kami ditambah Rp2 triliun per tahun, artinya butuh sekitar tiga tahun untuk recovery-nya," kata Masinton.*
(at/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Bupati Masinton Pasaribu Sebut Kerugian Bencana di Tapanuli Tengah Capai Rp5,4 Triliun