BREAKING NEWS
Rabu, 25 Februari 2026

Gubernur Koster Mulai Pembangunan Titik 9 dan 10 Jalan Shortcut Bali Utara–Selatan

Fira - Rabu, 07 Januari 2026 12:55 WIB
Gubernur Koster Mulai Pembangunan Titik 9 dan 10 Jalan Shortcut Bali Utara–Selatan
Gubernur Bali Wayan Koster menandai dimulainya proyek tersebut melalui Upacara Adat Ngeruak dan ground breaking di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Koster, penuntasan infrastruktur jalan menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Ia menyebut sektor pariwisata menyumbang sekitar 66 persen terhadap perekonomian Bali.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sepanjang 2025 tercatat mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Angka ini melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19 yang berada di kisaran 6,2 juta wisatawan.

"Tingkat hunian hotel kini berada di kisaran 75 sampai 85 persen. Kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru," kata Koster.

Meski demikian, ia mengakui lonjakan aktivitas pariwisata turut memicu persoalan kemacetan dan sampah.

Karena itu, lima tahun ke depan Pemprov Bali akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas lintas wilayah untuk mengurai kemacetan dan mendukung pemerataan pembangunan.

Risiko Tinggi dan Manfaat Shortcut

Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Asep Syarif Hidayat, mengatakan penanganan Titik 9 dan 10 mencakup total panjang 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek bernilai Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender.

Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO melalui pendanaan SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.

Asep menjelaskan, ruas jalan Singaraja–Mengwitani saat ini memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi, dengan kemiringan hingga 27 persen dan rata-rata 140 kecelakaan per tahun.

Dengan perbaikan geometrik, waktu tempuh dipangkas dari sekitar 21 menit menjadi 8 menit, kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen, serta emisi karbon kendaraan diperkirakan berkurang sekitar 10 persen.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Misi Kemanusiaan: Damkarmat Medan Relakan Liburan Demi Pemulihan Aceh Tamiang
Jelang Libur Akhir Tahun, Polsek Denbar Ajak Driver Ojol Tertib Lalu Lintas
INALUM Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat, Pastikan Kesiapsiagaan Pegawai dan Keamanan Operasional
Danantara dan BTN Kirim 109 Truk Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Sumatera
Polsek Denpasar Timur Hentikan Konvoi Pelajar di Jalan Raya, Sepeda Motor Modifikasi Diamankan
Ini Alasan Polisi Tetapkan Dirut Terra Drone sebagai Tersangka Kebakaran Gedung yang Tewaskan 22 Orang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru