BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Banjir Medan November 2025 Jadi Pelajaran, Rico Waas Dorong Perkuat Early Warning System

Adelia Syafitri - Rabu, 14 Januari 2026 18:29 WIB
Banjir Medan November 2025 Jadi Pelajaran, Rico Waas Dorong Perkuat Early Warning System
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, alam Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Kota Medan pada 27 November 2025 lalu menjadi peringatan serius bagi pemerintah dan warga.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan peristiwa tersebut harus menjadi pijakan utama untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, dan penanganan bencana secara menyeluruh.

Dalam Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026, Rico menekankan bahwa banjir yang merendam 19 dari 21 kecamatan itu merupakan siklus bencana yang bisa terjadi 25 tahunan, namun ketidakpastian iklim dapat mempercepat frekuensi kejadian serupa.

Baca Juga:

"Banjir besar 27 November 2025 jangan sampai dilupakan. Banyak warga menyebut ini banjir terbesar sepanjang hidup mereka di Medan," ujar Rico Waas, Rabu (14/1/2026).

Rico menekankan penanganan bencana tidak bisa hanya bergantung pada BPBD.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), relawan, mahasiswa, dan masyarakat umum harus terlibat aktif.

Setiap instansi, gedung perkantoran, hingga sektor usaha wajib membentuk relawan dan memiliki sistem komunikasi dua arah dengan BPBD.

Untuk mendukung mitigasi, Wali Kota menekankan pentingnya penyederhanaan SOP, pengembangan aplikasi kebencanaan terintegrasi, dan penguatan Early Warning System (EWS), termasuk penempatan alat di kanal banjir dan titik rawan.

Sistem ini memungkinkan pimpinan mengambil keputusan cepat berdasarkan kondisi lapangan real-time.

Selain itu, Rico mendorong penetapan titik kumpul dan lokasi evakuasi di setiap kelurahan dan kecamatan, termasuk penyediaan logistik, standar makanan pengungsi, kendaraan operasional tangguh banjir, serta edukasi evakuasi untuk masyarakat.

"Ini bukan sekadar prosedur. Semua yang kita lakukan harus menyelamatkan nyawa," tegasnya.*

(tm/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dukung Generasi Sehat, Pemkab Deli Serdang Renovasi Toilet Dua SD di Lubuk Pakam
Puluhan Relawan MDMC Diterjunkan ke Wilayah Terisolir Aceh Tengah Pasca Bencana
Polda Kalbar Surati Kedubes China, Kasus Bentrok WNA-TNI di Tambang Masih Berlanjut
Menlu Sugiono Pantau Ketat Nasib Dua WNI yang Diculik di Lepas Pantai Gabon
Danpuspomad Kunjungi Pematang Siantar, Pemkab Simalungun Tegaskan Komitmen Keamanan Daerah
Wapres Gibran Borong Noken dan Sayur di Pasar Potikelek, Mama-Mama Papua Minta Modal Usaha
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru