BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Pemprov Bali Tambah Modal Rp 445 Miliar ke PT BPD Bali, Gubernur Koster Optimistis Perputaran Ekonomi Makin Sehat

Fira - Rabu, 21 Januari 2026 18:51 WIB
Pemprov Bali Tambah Modal Rp 445 Miliar ke PT BPD Bali, Gubernur Koster Optimistis Perputaran Ekonomi Makin Sehat
Gubernur Bali Wayan Koster dalam Sidang Paripurna ke-26 DPRD Provinsi Bali, Rabu (21/1/2026), di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menambah penyertaan modal sebesar Rp 445 miliar kepada PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali pada 2026.

Penambahan ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Sidang Paripurna ke-26 DPRD Provinsi Bali, Rabu (21/1/2026), di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Dengan tambahan modal ini, total saham yang dimiliki Pemprov Bali di BPD Bali mencapai Rp 1,28 triliun atau 33,9 persen, meningkat dari posisi sebelumnya Rp 839,9 miliar pada Desember 2025.

Baca Juga:

"Provinsi Bali tidak perlu terlalu ambisius dalam kepemilikan saham, mengingat fiskal daerah belum mampu menyaingi Kabupaten Badung. Namun secara kolaboratif, Pemprov Bali bersama seluruh kabupaten akan mendorong BPD Bali lebih sehat, berkompetensi, dan mampu menemukan peluang baru yang berkelanjutan," ujar Koster.

Wakil Koordinator Pembahas DPRD Bali, Gede Kusuma Putra, menekankan bahwa langkah ini bersifat strategis.

Mengacu pada pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 7 November 2025, bank dengan modal inti kecil akan terdampak kebijakan KBMI 1.

Penambahan modal di BPD Bali diharapkan memperkuat struktur bank dan mendukung ketahanan industri perbankan daerah.

Penguatan permodalan, kata Kusuma Putra, bertujuan:
- Meningkatkan daya saing BPD Bali
- Memperkuat kapasitas usaha dan manajemen risiko
- Mendukung digitalisasi dan transformasi bank

Selain itu, penambahan modal diharapkan menjawab tantangan industri perbankan nasional, mulai dari keamanan siber dan data nasabah, persaingan bank digital, hingga fokus pada transisi ekonomi hijau.

Direktur Danantara Indonesia menambahkan, penjaminan kredit menjadi kunci mendukung pelaku usaha lokal.

Perlindungan debitur diyakini dapat mendorong semangat kewirausahaan dan memberikan peluang bangkit setelah menghadapi kegagalan finansial.

"Penjaminan kredit bagian penting dari ekosistem pembiayaan, sekaligus mendorong BUMD mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata dia.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap BPD Bali dapat berperan lebih optimal dalam mendorong ekonomi daerah, menjaga stabilitas keuangan, dan memperkuat ekosistem perbankan Bali yang sehat serta berkelanjutan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Tapteng Sambut Rapat Pimpinan BPS Se-Sumut, Persiapkan Sensus Ekonomi 2026 untuk Pemulihan Pascabencana
Bobby Nasution Dukung Penuh KORMI Sumut, Fokus Olahraga sebagai Penggerak Ekonomi dan Pariwisata
Pencalonan Keponakan Prabowo sebagai Deputi Gubernur BI Tuai Sorotan, Pengamat Ingatkan Bahaya Intervensi Politik
Sumut Dapat Penambahan TKD Rp8,2 Triliun, Pemerintah Pusat Beri Keringanan Anggaran Pascabencana 2026
Panen Raya di Paya Lah Lah, Bupati Karo Klaim Kebangkitan Pertanian Pascabanjir
Menteri ATR Dorong Percepatan One Map Policy, Target Selesaikan Peta Sebelum 2028
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru