BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Bupati Tapanuli Tengah Gandeng Akademisi USU untuk Pulihkan Lingkungan dan Ekonomi Pascabencana

Raman Krisna - Sabtu, 24 Januari 2026 14:46 WIB
Bupati Tapanuli Tengah Gandeng Akademisi USU untuk Pulihkan Lingkungan dan Ekonomi Pascabencana
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menerima kunjungan Dosen Agroteknologi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Abdul Rauf di ruang kerjanya, Kamis, 22 Januari 2026. (foto: Diskominfo Tapteng)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG — Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyatakan komitmennya menggandeng kalangan akademisi untuk mendukung pemulihan lingkungan hidup dan sektor pertanian pascabencana di wilayahnya.

Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Dosen Agroteknologi Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Abdul Rauf di ruang kerjanya, Kamis, 22 Januari 2026.

Masinton mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam upaya membangun daerah yang mandiri dan berkelanjutan, terutama dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabanjir dan longsor.

Baca Juga:

"Saya selaku kepala daerah sangat bersemangat bekerja sama dengan akademisi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi penting agar daerah ini menjadi lebih maju dan mandiri," ujar Masinton.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah membuka ruang pendampingan akademisi di bidang lingkungan hidup, pertanian, peternakan, dan perikanan, guna memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Abdul Rauf menjelaskan pihaknya akan melakukan studi kualitas tanah pada wilayah terdampak banjir dan longsor, baik pada tanah yang mengalami erosi maupun endapan sedimen.

Kajian ini bertujuan untuk menentukan langkah rehabilitasi serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan pascabencana.

"Kami membahas pembangunan pertanian Tapanuli Tengah dalam satu payung besar. Bupati mengharapkan integrasi pertanian dengan peternakan, perikanan, serta tanaman hutan melalui konsep agroforestri," kata Abdul Rauf.

Menurut dia, pengembangan agroforestri tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

"Lingkungan tetap terjaga, dan konsep pertanian berkelanjutan bisa diwujudkan," ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah Erniwati Batubara.*


Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tim SAR Cari 82 Warga Tertimbun Longsor di Cisarua, Bandung Barat
Sungai Bersih dan Sekolah Pulih, Tito Karnavian Apresiasi Upaya Pemulihan Pascabencana di Tapteng
Dengan 122 Anggota Aktif, Koperasi Merah Putih Syariah Gampong Lam Lumpu Resmi Menggelar Rapat Perdana
Longsor Cisarua Bandung Barat: 5 Korban Tewas, 89 Warga Diduga Tertimbun
Ratusan Al-Qur’an Rusak Akibat Banjir Aceh Tamiang Dikumpulkan Relawan AQL Laznas Peduli
Ekonomi Indonesia 12 Tahun Stagnan, Kandidat Deputi Gubernur BI Soroti Industri Lemah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru