"Ini sudah kita salurkan, mudah-mudahan lancar dan diterima oleh penerima manfaat," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).
Penyaluran dilakukan setelah Kemensos memperoleh data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Data tersebut ditetapkan oleh Bupati atau Wali Kota, diverifikasi ulang oleh Mendagri, lalu diserahkan kepada Kemensos untuk penyaluran bersama PT Pos Indonesia dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Gus Ipul menambahkan, proses penyaluran juga disertai pendampingan dan monitoring agar bansos tepat sasaran.
"Kami melakukan pendampingan, monitoring, dan menjaga pelaporan sehingga penyaluran tetap prudent, berhati-hati, sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan benar-benar dimanfaatkan penerima," katanya.
Berikut rincian bansos yang telah disalurkan:
1. Bansos Reguler: Rp 1.832.738.125.000 untuk 1.763.038 KPM 2. Bansos Kedaruratan: Rp 99.194.346.880, berupa buffer stock logistik, dapur umum, sembako, dan beras 3. Bansos Adaptif: Rp 632,8 miliar, meliputi:
- Santunan ahli waris Rp 14,9 miliar untuk 990 jiwa (Rp 15 juta/jiwa) - Santunan jaminan hidup Rp 236,5 miliar untuk 175.211 jiwa (Rp 450 ribu/jiwa selama 3 bulan) - Santunan isi huntara Rp 143,1 miliar untuk 47.686 KK (Rp 3 juta/KK) - Bantuan stimulan sosial ekonomi Rp 238,4 miliar untuk 47.686 KK (Rp 5 juta/KK)
Kemensos menegaskan, penyaluran bansos ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memulihkan kehidupan korban bencana dan mendukung percepatan rehabilitasi sosial-ekonomi masyarakat terdampak.*
(d/dh)
Editor
: Dharma
Sumatera Bangkit: Kemensos Salurkan Bansos Rp 2,5 Triliun untuk Warga Terdampak Bencana