Sekda Aceh, M. Nasir, memimpin rapat teknis pengendalian inflasi dalam rangka persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional 2026, Kamis (5/3), di Ruang Rapat Sekda Aceh.(Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026, Provinsi Aceh mengalami deflasi bulanan sebesar -0,24 persen.
Komoditas penyebab deflasi antara lain bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan ikan tongkol. Sementara komoditas yang mendorong inflasi tahunan adalah tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan daging ayam ras.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok.
"Pengendalian harga harus kita kawal dengan ketat. Tidak boleh ada semangat untung sendiri tanpa peduli terhadap kebutuhan masyarakat," tegas Sekda.
Sekda juga menyoroti kenaikan harga cabai merah dan meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk memantau harga dan menyiapkan strategi antisipasi.
Ia mendorong masyarakat menanam komoditas yang menjadi indikator inflasi, seperti cabai, untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dinas Peternakan Aceh diminta melakukan pendataan agar distribusi sapi merata di seluruh kabupaten/kota.
Upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan Pemerintah Aceh meliputi:
- Sidak pasar dan pasar murah di 23 kabupaten/kota - Pelaksanaan Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah (GPM) - Subsidi ongkos angkut (FDP) - Program mudik gratis - Pasar murah menjelang Idulfitri