Setiap desa di Aceh Utara dipastikan akan menerima minimal satu ekor sapi sebagai bagian dari tradisi meugang menjelang bulan Ramadhan.
Bupati Ayahwa memastikan bantuan ini akan merata dan tepat sasaran bagi seluruh warga yang terdampak banjir.
"Saat ini, Aceh Utara mendapatkan alokasi bantuandagingmeugang dari Presiden senilai Rp 19,55 miliar yang sudah masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Bantuan ini akan didistribusikan dengan memprioritaskan desa-desa yang paling terdampak banjir," ujar Ayahwa.
Menurut Ayahwa, setiap ekor sapi yang dibagikan diperkirakan memiliki harga sekitar Rp 17 juta dengan total berat daging sekitar 296 kilogram.
Dari jumlah 1.123 ekor sapi yang diterima, sebanyak 852 ekor akan didistribusikan ke seluruh desa, sementara 271 ekor sapi sisanya akan difokuskan untuk wilayah yang paling parah terdampak banjir.
Penentuan jumlah sapi tambahan di wilayah tertentu disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat yang terpengaruh oleh bencana.
Selain itu, Bupati Ayahwa juga menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal untuk memastikan distribusi sapi dapat lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Aceh Utara juga menekankan pentingnya pemberdayaan peternak lokal. Semua sapi yang dibeli untuk bantuandagingmeugang berasal dari petani lokal di Kabupaten Aceh Utara.
Dengan cara ini, program bantuandagingmeugang juga berfungsi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para peternak di wilayah tersebut.
"Sebanyak 2.192 sapi lokal tersedia untuk meugang kali ini. Lebih dari separuhnya sudah dibeli dengan bantuan Presiden. Ini menjadi langkah positif untuk kemakmuran peternak lokal di Aceh Utara," kata Ayahwa.
Bupati Ayahwa menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat Aceh, khususnya dalam tradisi meugang yang sudah menjadi bagian dari budaya Aceh.
"Untuk kedua kalinya Presiden membantu dagingmeugang warga Aceh Utara. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian beliau," ujar Ayahwa.
Meugang merupakan tradisi yang telah ada sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda.
Tradisi ini melibatkan penyembelihan ternak, seperti sapi dan kambing, yang kemudian dagingnya dibagikan kepada warga menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Tradisi ini menjadi simbol solidaritas sosial dan kepedulian antarwarga dalam komunitas Aceh.
Dengan bantuandagingmeugang yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat Aceh Utara yang terdampak banjir sekaligus menjaga kelangsungan tradisi yang telah berlangsung turun temurun.*