"Evaluasi ini baru mencakup satu kegiatan dan belum final. Kami masih membutuhkan data yang lebih lengkap untuk menganalisis capaian secara utuh," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, peneliti lainnya, Sirilus Lelan, mengkritisi sejumlah dokumen anggaran yang belum sepenuhnya selaras dengan tujuan strategis program prioritas daerah.
Lelan menilai bahwa beberapa subprogram masih bersifat rutinitas administratif dan belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target pembangunan.
"Kami melihat beberapa subprogram belum menjawab tujuan strategis, melainkan hanya menjalankan rutinitas OPD. Ini perlu dikaji ulang secara lebih cermat oleh tim asistensi," ujarnya.
Deni Alfian, peneliti lainnya, menyoroti perlunya perbaikan dalam tata kelola administrasi, terutama terkait waktu penyerahan dokumen anggaran kepada tim asistensi.
Keterlambatan dalam penyampaian dokumen dapat menghambat proses analisis dan evaluasi yang optimal.
"Kami berharap dokumen anggaran dapat diserahkan lebih awal, sehingga ada waktu yang cukup untuk dilakukan kajian secara mendalam," ungkap Deni.
Langkah evaluasi ini diharapkan dapat memastikan efektivitas belanja daerah, menjaga efisiensi, dan memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT, khususnya di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.*