BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Samosir, Janji Bedah 556 Rumah dan Tata 41,8 Hektare Kawasan Kumuh

Adelia Syafitri - Kamis, 26 Maret 2026 12:00 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Samosir, Janji Bedah 556 Rumah dan Tata 41,8 Hektare Kawasan Kumuh
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Rabu (25/3/2026). (foto: Pemkab Samosir)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SAMOSIR – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir, Rabu (25/3/2026), untuk meninjau lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo.

Kunjungan ini membawa kabar baik bagi masyarakat setempat. Sebanyak 556 unit rumah akan mendapatkan program bedah rumah BSPS pada tahun anggaran 2026.

"Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit untuk tahun 2026. Ini kenaikan besar. Tahun ini anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dicek benar masyarakat yang berhak menerimanya," ujar Maruarar.

Baca Juga:

Selain itu, melalui kolaborasi dengan Kementerian PKP, Pemkab Samosir juga memperoleh program penataan kawasan kumuh seluas 41,8 hektare, tersebar di Desa Tomok (29,86 hektare, 12 perkampungan) dan Desa Tomok Parsaoran (11,94 hektare, 13 perkampungan).

Dari total 556 unit BSPS, 56 unit dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak sesuai usulan Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom.

Saat meninjau kawasan Lumban Sinaga, Maruarar berdialog dengan warga, Rani Situmeang, yang rumah adatnya mendapat perhatian khusus.

"Negara hadir memberi rumah yang layak huni bagi masyarakat. Apalagi Samosir ini daerah pariwisata, rumah adat harus dijaga," kata Maruarar.

Berdasarkan data, jumlah rumah tidak layak huni di Samosir mencapai 3.080 unit, dan Maruarar optimistis penanganannya dapat dituntaskan dalam tiga tahun ke depan.

Program penataan kawasan kumuh mencakup pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving blok, penyediaan tong sampah, penataan permukiman, hingga pemasangan lampu jalan.

Pekerjaan fisik direncanakan mulai pada Mei 2026.

Maruarar menekankan agar seluruh program tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Ia menambahkan, program ini juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian lokal, dengan perkiraan menyerap 200 tenaga kerja.

Dalam kesempatan yang sama, Maruarar mengapresiasi kegiatan pembersihan eceng gondok di Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli, didukung pembiayaan keluarga Maruarar dan upah Rp 150 ribu per hari bagi masyarakat yang terlibat.

Bupati Vandiko T. Gultom menyambut baik perhatian Menteri PKP dan menegaskan komitmen Pemkab Samosir untuk mendukung program ini agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Kami berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Samosir," pungkasnya.*


(tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pascabencana Sumatera, Warga Dapat Bantuan Bertahap
Mendagri Tito Sebut Lumpur dan Tumpukan Kayu Jadi Tantangan Terberat Pascabencana Sumatra
Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah Masih Hadapi Tantangan, Tito: Fokus Kami Ada di Sini
Gubernur Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Hari Raya untuk Masyarakat Medan
Menyambut Lebaran, Gubernur Sumut Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Bantu Warga Terdampak Bencana di Tapsel dan Tapteng
Aceh Utara Terima Bantuan Daging Meugang Rp 19,5 Miliar dari Presiden Prabowo, Bupati Ayahwa Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru