Dinas SDA Sumut Genjot Irigasi, 5.050 Hektare Lahan Pertanian Ditargetkan Jadi Produktif
MEDAN Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara mengoptimalkan peningkatan saluran pada Daerah Irigasi (DI) di sejumlah wilayah. Progra
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan yang digelar di Aula Asrama Haji Medan, Sabtu (4/4/2026).
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, Ketua DPW PKS Sumut Andi Pramata, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, dan Ketua DPD PKS Kota Medan Anton Simarmata serta Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajudin Sagala.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menekankan pentingnya meninggalkan sekat-sekat politik pasca kontestasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah, legislatif, dan partai politik.Baca Juga:
Menurutnya, kebersamaan dan sinergi merupakan kunci utama dalam membangun Kota Medan yang lebih maju dan sejahtera.
"Kontestasi sudah berakhir. Perbedaan itu biasa, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu membangun kota ini agar lebih maju," ujar Rico Waas dengan semangat.
Rico Waas juga mengapresiasi peran PKS sebagai partai yang memiliki kedisiplinan dan militansi kader yang kuat, serta konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan serta Kepala Kesbangpol Andi Mario Siregar, menekankan bahwa pembangunan Kota Medan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, namun memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk partai politik dan legislatif.
Dalam konteks tersebut, Rico Waas menyampaikan pentingnya untuk mengedepankan keterbukaan pikiran dan hati demi menciptakan perubahan yang signifikan bagi kota ini.
Selain itu, Wali Kota Medan juga berbicara tentang fenomena ketergantungan pada teknologi dan gadget yang semakin berkembang.
Meskipun teknologi dapat memudahkan komunikasi dan koordinasi, Rico Waas mengingatkan agar nilai-nilai fundamental seperti agama, norma, dan etika tidak boleh terkikis oleh kemajuan zaman.
"Kota boleh maju, teknologi boleh berevolusi, tapi agama, norma, dan etika tidak boleh berubah. Tanpa itu, kita tidak ada bedanya dengan robot-robot yang diciptakan manusia di masa depan," ujar Rico Waas dengan penuh keyakinan.
Rico Waas juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan PKS ke depan tidak hanya terjebak pada tataran formalitas atau administratif semata.
MEDAN Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara mengoptimalkan peningkatan saluran pada Daerah Irigasi (DI) di sejumlah wilayah. Progra
PERTANIAN AGRIBISNIS
MEDAN Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 45 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sumatera Utara. Penghent
NASIONAL
SIMALUNGUN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun meminta pemerintah kecamatan hingga nagori dan kelurahan memp
PERISTIWA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, pad
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memaparkan visi dan misinya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and p
EKONOMI
TANGERANG Sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana kedatangan mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terpasang di sejumlah ti
POLITIK
DELI SERDANG Seorang remaja lakilaki berinisial MAH, 18 tahun, diamankan polisi setelah diduga menyekap dan mengancam ibu kandungnya di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan keempat yang diajukan Roy Suryo terhadap Polda Metr
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengajak mantan Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi untuk bertarung secara
POLITIK
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan bahwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi tidak memiliki h
POLITIK