Kasus Don Ritto Segera Dilimpahkan ke Kejagung, Penyidik Polri Bawa Sejumlah Barang
JAKARTA Tim penyidik Polri mendatangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelang pelimpahan perkara dugaan korupsi yang menjerat Don Ri
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memberikan tenggat waktu selama satu minggu untuk menyelesaikan pembebasan lahan pembangunan tanggul dan sabo dam di sungai terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Bobby menegaskan pembebasan lahan tersebut harus segera dirampungkan agar proyek penanganan sungai dapat segera berjalan. Ia meminta mekanisme normal maupun mekanisme bencana digunakan untuk mempercepat proses tersebut.
"Saya minta kemarin seminggu, seminggu ini harus selesai pembebasan lahan itu, baik dengan mekanisme normal dan mekanisme bencana," ujar Bobby usai ziarah di Taman Makam Pahlawan Medan dalam rangka HUT Sumut ke-78, Rabu (15/4/2026).Baca Juga:
Bobby mengungkapkan, keluhan masyarakat terkait belum diterimanya bantuan masih kerap ditemui setiap kali dirinya berkunjung ke Tapteng. Ia menilai jumlah keluhan tersebut lebih banyak dibandingkan daerah lain seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, hingga Sibolga.
"Setiap datang ke Tapteng pasti masyarakat mengeluhkan belum dapat bantuan. Di daerah lain ada, tapi tidak sebanyak di sini," katanya.
Menurut Bobby, persoalan utama bukan pada ketersediaan bantuan, melainkan lambatnya pendataan penerima bantuan. Ia menyebut pihaknya telah berulang kali mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat proses pendataan tersebut.
"Sudah sering kita sampaikan agar datanya dipercepat. Bantuan itu ada, tapi datanya yang belum selesai dari tingkat bawah sampai bupati," jelasnya.
Ia juga menyoroti lambannya pengerjaan proyek penanganan sungai oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Padahal, proyek tersebut disebut telah berkontrak sejak satu bulan lalu.
"Sudah sebulan berkontrak tapi belum bisa dikerjakan. Jangan sampai pihak kementerian kena teguran karena di lapangan tidak siap," ujarnya.
Bobby menilai terhambatnya pembebasan lahan menjadi salah satu penyebab utama proyek belum berjalan. Ia menyebut masyarakat masih enggan melepas lahan karena belum menerima bantuan.
"Karena belum dapat bantuan, masyarakat merasa keberatan. Ini yang harus segera diselesaikan di lapangan," ucapnya.
Selain itu, Bobby juga menerima keluhan warga terkait banjir yang kerap terjadi dalam waktu singkat saat hujan deras. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi tersebut saat meninjau lokasi.
JAKARTA Tim penyidik Polri mendatangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelang pelimpahan perkara dugaan korupsi yang menjerat Don Ri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Araf
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam penyaluran berbagai program ekonomi d
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta akan menggelar sidang perdana banding perkara korupsi dengan terdakwa mantan Menteri Pendidik
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV/PalmCo beserta ja
EKONOMI
JAKARTA Komisi XII DPR bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta PT Pertamina Patra Niaga membahas persoalan an
NASIONAL
MEDAN PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah percepatan pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sumatera Utara (Sumut) set
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda yang menggunakan bahasa Indonesia saat memberikan sa
NASIONAL
MEDAN Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat terjadi di se
EKONOMI
NIAS BARAT Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan meningkatkan fasilitas sebanyak 20 puskesmas menjadi puskesmas rawat
KESEHATAN