Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara tegas menyalahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah yang dinilai lambat dalam mengurus administrasi terkait pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).
Hal ini berimbas pada lamanya proses pembangunan untuk para penyintas banjir yang terus menunggu kepastian tempat tinggal yang layak.
Menurut Bobby Nasution, dirinya sudah berulang kali meminta agar Bupati Tapanuli Tengah mempercepat proses administrasi agar pembangunan bisa berjalan lancar.Baca Juga:
Ia bahkan menurunkan Asisten Pemerintahan, Basarin, untuk membantu Pemkab Tapteng dalam menyelesaikan persoalan administratif ini.
"Sudah saya sampaikan ke Bupati Tapteng, bahkan asisten kami sudah kami letakkan di sana, untuk benar-benar membantu. Semua data itu perlu terkonfirmasi, tetapi Pemkab Tapteng cukup lambat dalam hal pendataan," ujarnya kepada wartawan setelah menghadiri rapat Paripurna di DPRD Sumut, Senin (30/3/2026).
Bobby menjelaskan bahwa untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, termasuk Huntap dan Huntara, diperlukan data yang lengkap dan terkonfirmasi.
Hal ini termasuk KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang hilang atau rusak akibat bencana. Namun, hingga saat ini, Pemkab Tapteng belum mampu melengkapi data yang diperlukan.
"Untuk mendapatkan bantuan, data korban harus lengkap. Mulai dari KTP, KK yang hilang, semuanya perlu dikonfirmasi. Cara mengkonfirmasinya adalah dengan membuat SK Kepala Daerah di tingkat bupati atau kota. Namun, Tapteng cukup lambat dalam hal ini," ujar Bobby.
Gubernur Sumut tersebut menegaskan bahwa bantuan dalam bentuk apapun selalu tersedia, namun pencairan dana hanya bisa dilakukan setelah data tersebut lengkap dan terverifikasi.
"Bantuan terus menerus ready, cuma kalau dikucurkan itu harus ada datanya, data itu harus ada SK Kepala Daerah. Ini hanya tinggal Tapteng yang datanya masih kurang," jelasnya.
Sementara itu, di Simpang Tanah Merah, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, kondisi pengungsian pasca-banjir juga terlihat memprihatinkan.
Area yang sebelumnya dipenuhi tenda bantuan dari Kementerian Sosial dan BNPB kini kosong.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL