Negara Punya Rp30 Juta untuk Melatih Manajer Kopdes, Mengapa Gaji Guru PPPK Masih Tertunda?
Oleh Raman KrisnaANGGARAN negara pada hakikatnya adalah uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus mampu dip
OPINI
Hanya terlihat bekas-bekas tenda yang telah dibongkar, serta beberapa bangunan yang tidak lagi digunakan oleh para penyintas banjir, seperti toilet umum dan area laundry yang sudah tidak berfungsi.
Beberapa Huntara yang dibangun oleh pemerintah pun dianggap gagal oleh masyarakat setempat, karena kondisinya yang tidak memadai untuk dihuni.
Di sisi lain, para penyintas banjir tidak tinggal diam. Mereka membangun Huntara Mandiri secara gotong royong di sekitar lokasi pengungsian lama.
Di Gang Bersama, ada tujuh rumah Huntara yang dibangun dengan bahan kayu gelondongan bekas banjir dan atap seng serta plastik.
Piltak Sigultom, salah satu penyintas banjir yang tinggal di Huntara Mandiri, mengungkapkan bahwa mereka terpaksa membangun rumah sendiri karena tidak ada kejelasan mengenai pembangunan Huntara dari pemerintah.
"Ya kami buat palang ini karena dibangun secara mandiri. Kami pindahan dari pengungsian Kemensos Tanah Merah. Dulu kami disuruh buat surat pernyataan untuk keluar dari tenda. Namun sampai sekarang huntara tidak ada, jadi kami membangun sendiri," ungkap Piltak dengan penuh haru.
Menurutnya, bantuan yang diterima sebesar Rp 600 ribu tidak mencukupi untuk menyewa rumah, dan mereka harus membangun Huntara Mandiri untuk bertahan hidup.
"Kami tidak sanggup ngontrak, huntara dan huntap tidak ada, jadi kami bangun rumah sendiri. Kami berharap pemerintah segera membantu pemasangan listrik di sini," tambahnya.
Proses pembangunan Huntara mandiri ini dilakukan dengan gotong royong oleh para penyintas banjir yang bekerja sama membantu satu sama lain.
Meskipun banyak kendala, seperti kekurangan bahan material dan sulitnya akses, mereka tetap semangat membangun tempat tinggal yang layak untuk berteduh.
"Proses pembangunan huntara mandiri ini tidak terbilang cepat, kami melakukan ini pelan-pelan, dengan bahan yang kami temukan di sekitar sini," kata Piltak.
Para penyintas berharap agar pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk membantu mereka, terutama dalam pemasangan listrik yang menjadi kendala utama di Huntara mandiri ini.*
Oleh Raman KrisnaANGGARAN negara pada hakikatnya adalah uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus mampu dip
OPINI
TAPANULI SELATAN Sedikitnya 23 titik longsor dan badan jalan amblas ditemukan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) SipirokTarutun
PERISTIWA
MEDAN Penyanyi muda asal Sumatera Utara, Felicia, berhasil melangkah ke babak Top 5 ajang pencarian bakat The Icon Indonesia yang ditaya
ENTERTAINMENT
MEDAN Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke436 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya meminta hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo te
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Peristiwa yang menyita perhatian terjadi di Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UndangUndang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Nama Raja Sisingamangaraja XII telah lama dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Indonesia. Ia tidak hanya di
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor, terus bergulir. Setelah sebelumnya di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat mulai membacakan putusan terhadap mantan Menteri Pendidik
HUKUM DAN KRIMINAL