BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

PT KAI Bahas Pembangunan Jembatan Pengganti di Gang Damai, Masih Tahap Administratif

Abyadi Siregar - Jumat, 22 Mei 2026 08:02 WIB
PT KAI Bahas Pembangunan Jembatan Pengganti di Gang Damai, Masih Tahap Administratif
Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dalam pertemuan dengan Kepala PT KAI Divre I Sumut Sofan Hidayah di Medan, Kamis, 21 Mei 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memastikan rencana pembangunan jembatan pengganti di kawasan Gang Damai, Jalan Adi Sucipto, Medan Polonia, saat ini masih dalam tahap pembahasan teknis dan administratif.

Kepala PT KAI Divre I Sumut Sofan Hidayah menyebut pihaknya mendukung penuh rencana tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Proyek ini diharapkan dapat segera menjawab kebutuhan masyarakat akan akses penyeberangan yang lebih aman.

Baca Juga:

"Saat ini dalam tahap pembahasan teknis dan administratif. Kami memastikan akan mendukung sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Sofan usai bertemu Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap di Medan, Kamis, 21 Mei 2026.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Hadi Suhendra dan Anggota DPRD Medan H.T. Bachrumsyah, dengan fokus pembahasan pada percepatan pembangunan jembatan pengganti.

Jembatan di kawasan tersebut sebelumnya ambruk pada 2024, namun hingga kini warga masih menggunakan jalur darurat untuk menyeberangi Sungai Deli.

Kondisi itu dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pelajar dan warga sekitar yang melintas setiap hari.

Jalur penyeberangan darurat tersebut bahkan dikenal warga sebagai "jembatan maut" karena tingginya risiko keselamatan saat digunakan.

Rencana pembangunan jembatan baru akan memanfaatkan lintas nonaktif Medan–eks Pancur Batu yang merupakan aset PT KAI.

Skema kerja sama pengelolaan aset disebut menjadi opsi yang ditempuh dengan tetap mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan telah mengirimkan surat resmi kepada PT KAI untuk permohonan pinjam pakai lahan dan aset di lokasi jembatan tersebut.

Surat itu ditandatangani Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai langkah percepatan pembangunan kembali infrastruktur penghubung tersebut.

Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan menyebut proses administrasi tersebut menjadi titik awal penting dalam upaya pemulihan akses warga di kawasan Medan Polonia.

Pemerintah daerah berharap pembangunan jembatan pengganti dapat segera direalisasikan agar warga tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi Sungai Deli.

Selain aspek keselamatan, kawasan tersebut juga memiliki nilai historis sebagai bagian dari jalur rel lama peninggalan masa kolonial yang dahulu berperan penting dalam transportasi dan distribusi komoditas di Kota Medan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jembatan Bailey di Aceh Tengah Kembali Buka Akses 5 Desa yang Sempat Terisolasi, Pulihkan Mobilitas Warga
Anggota Geng Motor di Medan Dituntut 20 Tahun Penjara dalam Kasus Pembunuhan Berencana Warga
Bobby Nasution Gandeng RS An-Nisa, Sumut Siapkan Layanan Kesehatan Bertaraf Internasional
Rico Waas Paparkan Transformasi Layanan Kesehatan Medan di Hadapan Komisi IX DPR RI, TB dan HIV Turun
UMKM Medan Didorong Naik Kelas, Airin Rico Waas Targetkan Tembus Pasar Nasional hingga Global
Ribuan Pelajar Kota Medan Tumpah Ruah di Popkot 2026, Rico Waas Dorong Lahirnya Generasi Atlet Berprestasi Sejak Dini
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru