Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Muhibuddin menilai Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah yang menjadi barometer pembangunan di Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
"Sumut ini barometer. Persoalannya mau atau tidak mengubah semua urusan uang tunai menjadi semua urusan tuntas. Untuk mengubah memang tidak mudah, tetapi bukan tidak mungkin," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa MTQ tidak seharusnya hanya menjadi ajang perlombaan membaca atau menghafal Alquran semata. Menurut dia, nilai utama yang harus dicapai adalah pengamalan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
"Menghafal Alquran jangan hanya sekadar menghafal. Lebih baik mengamalkannya meski hanya satu ayat," katanya.
Alquran Harus Menjadi Pedoman dalam Bekerja
Muhibuddin yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara juga mengingatkan pentingnya menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan pekerjaan.
Menurut dia, setiap pekerjaan harus dilakukan sesuai aturan dan prinsip integritas agar terhindar dari pelanggaran hukum maupun tindakan yang merugikan negara.
Ia berharap para peserta MTQ tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam bidang tilawah dan hafalan Alquran, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumut Muhammad Suib, Ketua LPTQ Sumut Muhammad Yasir Tanjung, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Abu Kosim, sejumlah tokoh agama, serta jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.