BREAKING NEWS
Selasa, 09 Juni 2026

Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Megathrust untuk Lindungi Keselamatan Masyarakat Sumut

Dharma - Selasa, 09 Juni 2026 18:44 WIB
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Megathrust untuk Lindungi Keselamatan Masyarakat Sumut
Gubsu Bobby Nasution memberikan pembekalan kepada peserta KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026, di Aula Raja Inal Siregar, lantai 2 Kantor Gubsu, Medan, Selasa (9/6/2026). (foto: Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya mitigasi ancaman gempa Megathrust sebagai langkah strategis untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah.

Ia menyebut, potensi bencana tersebut tidak hanya berdampak pada korban jiwa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, layanan publik, hingga stabilitas sosial dan keamanan.

Hal itu disampaikan BobbyNasution saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga:

Bobby menjelaskan, Megathrust merupakan zona pertemuan lempeng tektonik samudera dan benua yang memicu proses subduksi.

Kondisi ini, kata dia, berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar dengan dampak yang luas.

"Megathrust memiliki karakteristik magnitudo sangat besar, terjadi di zona subduksi, patahan dangkal dan luas, serta berpotensi memicu tsunami besar," ujar Bobby Nasution dalam pemaparannya.

Ia juga menyinggung tragedi gempa dan tsunami Aceh 2004 sebagai salah satu contoh nyata dampak Megathrust di kawasan Samudera Hindia.

Menurut Bobby, wilayah Mentawai dan pesisir barat Sumatera menjadi salah satu zona yang memiliki potensi ancaman serupa.

Karena itu, ia mengingatkan agar sistem peringatan dini dan informasi kebencanaan tidak diabaikan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Pemprov Sumut, kata Bobby, telah menerapkan pendekatan mitigasi yang mencakup aspek struktural, non-struktural, sosial budaya, hingga penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian.

Pendekatan tersebut juga dikombinasikan dengan kearifan lokal dan nilai kebhinekaan.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong penguatan kebijakan dan tata kelola kebencanaan, pembangunan infrastruktur tahan bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi dalam sistem mitigasi.

Bobby Nasution juga mencontohkan penanganan bencana hidrometeorologi pada November 2025 yang menurutnya dapat tertangani melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam peristiwa itu, tercatat lebih dari 1,8 juta warga terdampak, dengan ribuan mengungsi serta ratusan korban jiwa.

Ia menyebut Pemprov Sumut telah menyiapkan alokasi anggaran pemulihan pascabencana melalui Transfer ke Daerah (TKD) untuk periode 2026–2028 sebesar Rp23,33 triliun, serta tambahan TKD tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sementara itu, Wakil Komandan Sesko TNI Teguh Puji Raharjo menyebut KKDN Pasis Dikreg LV diikuti 60 peserta.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan calon pemimpin TNI dalam menganalisis wilayah pertahanan sekaligus memahami potensi ancaman dan bencana di daerah.

"Untuk meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi, menganalisis, serta melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman," ujarnya.*


(ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Sentil Kades yang Mangkir Pelatihan Basarnas: Ada yang Bandel
Dari Rp2,3 Triliun Jadi Rp23,33 Triliun, Bobby Nasution Ungkap Perjuangan Naikan Dana R3P: Langsung Lapor Presiden
Pemerintah Terbitkan Renduk Pascabencana Sumatera, Pemulihan Masuki Fase Rekonstruksi Permanen
Antusias Piala Dunia 2026 Tinggi, Bobby Nasution Ingatkan ASN Tetap Prioritaskan Pelayanan Publik
Bobby Nasution Ingatkan Waspada Ancaman Gempa dan Tsunami Megathrust di Sumatera
41 Korban Banjir dan Longsor di Sumut Masih Hilang, Bobby Nasution: Terseret Arus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru