BREAKING NEWS
Kamis, 24 September 2026

LPG 3 Kg Langka, Pemko Tanjungbalai Minta Pertamina Tindak Pangkalan Nakal

Muhammad Taufik - Jumat, 19 Juni 2026 13:14 WIB
LPG 3 Kg Langka, Pemko Tanjungbalai Minta Pertamina Tindak Pangkalan Nakal
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina dalam pertemuan bersama SBM Medan VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Erky Randika di Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (18/6/2026). (foto: Pemkot Tanjungbalai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANJUNGBALAI Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut sepakat memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi menyusul kelangkaan gas yang dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Kesepakatan itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Sutrisno Hadi Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan dipimpin Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina bersama Sales Branch Manager (SBM) Medan VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Erky Randika.

Baca Juga:

Rapat juga dihadiri perwakilan Polres Tanjungbalai, Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, agen dan pangkalan LPG, serta sejumlah pejabat daerah terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Pemko Tanjungbalai meminta Pertamina segera melakukan evaluasi terhadap pangkalan yang diduga melakukan pelanggaran tata kelola distribusi LPG bersubsidi.

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.

"Temuan lapangan, hal yang mencolok adalah dalam hitungan jam gas habis dan pencatatan dilakukan diakhir. Untuk itu, Pertamina diminta melalukan pembenahan terhadap pangkalan yang melakukan kesalahan tatakelola," kata Fadly Abdina.

Menurut Fadly, hasil monitoring yang dilakukan tim Pemko menemukan adanya indikasi kesalahan dalam tata kelola penyaluran LPG bersubsidi di sejumlah pangkalan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menjadi salah satu penyebab kelangkaan gas yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, beredar pula isu mengenai dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi yang dialihkan ke tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram maupun digunakan untuk kepentingan tertentu di luar peruntukannya.

Fadly meminta seluruh pangkalan menjalankan prosedur distribusi sesuai aturan, termasuk melakukan pencatatan transaksi saat pembelian berlangsung, bukan dilakukan secara kolektif pada malam hari.

Ia juga meminta dilakukan pengawasan rutin terhadap pangkalan maupun sektor Horeka (hotel, restoran, dan kafe) agar LPG subsidi benar-benar digunakan oleh kelompok yang berhak.

Menanggapi hal tersebut, SBM Medan VII Gas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Erky Randika, menjelaskan bahwa distribusi LPG 3 kilogram di Kota Tanjungbalai dilakukan melalui lima agen resmi yang membawahi 209 pangkalan.

Menurut data Pertamina, rata-rata penyaluran LPG bersubsidi di Tanjungbalai mencapai sekitar 6.720 tabung per hari atau setara 20.160 kilogram per hari.

"Bahkan pada bulan Mei 2026 terjadi meningkatkan 2 (dua) persen dari biasanya," ujar Erky.

Meski demikian, Pertamina mengakui masih menemukan sejumlah persoalan dalam tata kelola distribusi di tingkat pangkalan.

"Ya benar, kemarin kami juga mendapati adanya kesalahan tata kelola di tingkat Pangkalan. Untuk persoalan ini kami segera melakukan evaluasi dan pembenahan. Terhadap pangkalan curang atau nakal, jika terbukti kami akan menindak tegas," katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Tanjungbalai, Rini Diana, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 197 pangkalan LPG aktif dari total 209 pangkalan yang sebelumnya terdaftar.

Ia menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram ditetapkan sebesar Rp15.000 per tabung, sedangkan harga di tingkat pangkalan berada di kisaran Rp17.000 per tabung.

Rini menegaskan pangkalan tidak diperbolehkan menjual LPG subsidi kepada pihak yang tidak berhak.

"Selain kepada pelaku UKM, Pangkalan tidak dibenarkan menjual ke warung atau kedai sambako apalagi kepada pengoplos," kata Rini Diana.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi antara pemerintah daerah serta Pertamina, diharapkan distribusi LPG 3 kilogram di Kota Tanjungbalai kembali normal dan tepat sasaran sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bupati Asahan Serahkan Bantuan Rp30 Miliar untuk Bireuen, Dukung Pemulihan Pascabencana
Jokowi Beri Pesan Khusus ke PSI: Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga Dua Periode
DPR hingga Kemenkeu Jadi Lokasi Demo Mahasiswa Hari Ini, 4.263 Personel Disiagakan
APINDO Wanti-wanti Pemerintah Jangan Tergesa Ratifikasi Konvensi Pekerja Platform ILO
Polemik MBG: Jebakan Laboratorium Kemiskinan, Membangun Fondasi Kebahagiaan
Mentan Amran Usulkan Menu MBG Sajikan Telur dan Ayam Tiga Kali Seminggu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru