Voting Alot hingga Dini Hari, Muktamar NU Sepakati Mekanisme AHWA
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan Ah
NASIONAL
JAKARTA –Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak akan menempatkan kadernya dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Namun, hal tersebut tidak berarti PDIP akan berperan sebagai oposisi. Pernyataan ini disampaikan Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, usai pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2024-2029, pada Minggu (20/10).
“Betul bahwa PDI Perjuangan tidak akan menaruh kadernya di kabinet. Tetapi bagi PDI Perjuangan itu tidak berarti oposisi,” ujar Muzani. Ia menjelaskan bahwa PDIP memiliki pandangan berbeda mengenai sistem pemerintahan presidensial, khususnya terkait dengan pengertian oposisi dan koalisi.
Muzani menambahkan bahwa dalam konteks pemerintahan, PDIP memiliki prinsip yang lebih fleksibel dan pragmatis. “Bagi PDIP, mendukung pemerintahan tidak harus berarti menempatkan anggota partai mereka di posisi kekuasaan. Oposisi tidak selalu harus diambil dengan cara menolak pemerintah,” jelasnya.
Dalam pernyataannya, Muzani juga mengingatkan bahwa meskipun Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir dalam pelantikan, beliau telah memerintahkan 110 anggota MPR dari PDIP untuk menyukseskan acara tersebut. “Ini menunjukkan bahwa meskipun tidak ada kader di kabinet, dukungan kepada pemerintah tetap ada,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga menegaskan komitmen partainya untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran meskipun tanpa partisipasi di dalam kabinet. “Kami akan mendukung pemerintahan Pak Prabowo di parlemen, namun tidak menempatkan kader di kabinet,” ujar Puan saat ditemui di lokasi yang sama.
Hal ini menandakan bahwa meskipun tidak memiliki representasi langsung di dalam pemerintahan, PDIP tetap berkomitmen untuk berkontribusi dalam proses legislasi dan mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Dengan pendekatan ini, PDIP berharap dapat menjaga stabilitas politik dan membantu pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan yang telah dicanangkan.
Muzani dan Puan menekankan pentingnya kolaborasi antara partai-partai politik demi kemajuan bangsa, dan mengajak semua elemen untuk bersinergi demi kepentingan masyarakat. “Mari kita bekerja sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tutup Muzani.
Sebagai informasi, pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menandai awal baru dalam kepemimpinan Indonesia, dan harapan dari berbagai pihak agar pemerintahan ini dapat membawa perubahan positif bagi rakyat terus mengemuka.
(N/014)
JOMBANG Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggunakan Ah
NASIONAL
MOSKWA Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, pada 3 September 2026.
INTERNASIONAL
KEBUMEN Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan tiga petuah Jawa yang disebutnya masih relevan dalam kehidupan saat ini. Pesan
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis sepanjang perdagangan sepekan pada 2428 Agustus 2026. Di saat yang sama, investo
EKONOMI
TAPTENG Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Simpang Labingke, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera U
PERISTIWA
BANDA ACEH Ustaz Prof. Dr. Ali Abubakar, MA mengajak umat Islam menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memb
AGAMA
KATHMANDU Banjir dahsyat dan longsor melanda kawasan dekat perbatasan ChinaNepal dan menewaskan sedikitnya 682 orang. Dari jumlah tersebu
INTERNASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menutup rangkaian Muktamar ke35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tamba
NASIONAL
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah ketentuan penetapan status
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 9.765 gempa bumi susulan setelah gempa utama magnitudo 7,7
NASIONAL