Harga Emas Antam Turun Rp23 Ribu Sepekan, Cek Harga Terbarunya Hari Ini
JAKARTA Harga emas Antam bergerak fluktuatif sepanjang pekan terakhir. Setelah sempat menguat pada pertengahan pekan, harga kembali mele
EKONOMI
MEDAN – Media sosial pemerintah daerah dinilai perlu bertransformasi dari sekadar sarana publikasi kegiatan seremonial menjadi instrumen analisis berbasis data yang mampu mendukung penyusunan kebijakan publik.
Gagasan tersebut mengemuka dalam Forum Komdigi APEKSI XVIII 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan di Hotel Aryaduta, Kamis, 2 Juli 2026.
Forum yang berlangsung selama dua hari, 1–2 Juli 2026, diikuti kepala dinas Kominfo dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.Baca Juga:
Kegiatan ini membahas penguatan komunikasi publik di era digital, termasuk pemanfaatan Analisis Media Sosial (AMS) sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.
Kepala Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BBLSDM Komdigi) Medan, Dr. Christiany Juditha, S.Sos., M.A., mengatakan media sosial pemerintah memiliki potensi besar untuk membaca dinamika yang berkembang di tengah masyarakat apabila dikelola melalui pendekatan berbasis data.
Sebagai penyusun modul pembelajaran Analisis Media Sosial (AMS) untuk pemerintahan, Christiany menjelaskan bahwa metode tersebut dapat membantu pemerintah daerah memetakan isu-isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
"Kami sangat berharap ada mindset yang berubah. Analisis media sosial itu tidak semata-mata hanya untuk mempublikasikan konten yang sifatnya acara seremonial belaka. Media sosial sebenarnya bisa dipakai untuk analisisnya, jadi berbasis data," ujar Christiany.
Ia mendorong agar Analisis Media Sosial menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan, khususnya di lingkungan Dinas Kominfo daerah.
"Supaya apa? Supaya ini menjadi ujung tombak pengambilan kebijakan bagi pemerintah setempat dengan melihat isu yang ada," tambahnya.
Christiany juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan.
Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kominfo Kota Medan, pengelolaan media sosial di daerah tersebut dinilai lebih siap dibandingkan sejumlah daerah lain.
Ia menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pemerintah daerah yang belum menerapkan Analisis Media Sosial secara optimal.
Pandangan serupa disampaikan akademisi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Drs. Josep J. Darmawan, M.A.
Menurutnya, komunikasi publik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga harus mampu mendengarkan aspirasi publik secara sistematis melalui analisis data.
"Hal yang mendasar adalah adanya perubahan paradigma penting dalam komunikasi publik. Selama ini aktivitasnya lebih banyak mendistribusi, sementara sekarang kita harus berangkat dari ide dasar yang didasarkan pada pengamatan publik secara sistematis dan analitis," papar Josep.
Ia menilai penerapan Analisis Media Sosial membutuhkan komitmen organisasi, bukan hanya mengirim aparatur mengikuti pelatihan.
"Bukan hanya sekali ikut pelatihan, lalu seolah-olah langsung bisa terus-menerus menghasilkan analisis. Harus dibentuk tim dengan personel, tugas, dan proses penguatan hasil analisis yang jelas," tegasnya.
Josep juga menepis anggapan bahwa penerapan Analisis Media Sosial memerlukan anggaran besar.
Menurutnya, sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah sudah tersedia dan tinggal diarahkan sesuai kebutuhan.
"Sebenarnya kalaupun ada anggaran, itu kecil sekali. SDM-nya sudah ada di situ, tinggal dibangungkan, ditempatkan di posisinya, lalu dirancang bersama. Yang sulit itu adalah mindset-nya yang belum ke situ karena sebagian besar masih bekerja dengan paradigma lama," pungkas Josep.
Melalui Forum Komdigi APEKSI XVIII, para peserta diharapkan mampu membangun sistem komunikasi publik yang lebih berbasis data, responsif terhadap aspirasi masyarakat, serta mendukung lahirnya kebijakan publik yang lebih tepat sasaran.* (ad)
JAKARTA Harga emas Antam bergerak fluktuatif sepanjang pekan terakhir. Setelah sempat menguat pada pertengahan pekan, harga kembali mele
EKONOMI
JAKARTA Mutasi terbaru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menempatkan sejumlah perwira bermarga Batak pada jabatan st
NASIONAL
OlehDikdik Sadikin PADA 2 Oktober 2026, dua pintu seperti terbuka hampir bersamaan. Di Mahkamah Konstitusi, perkara tentang salah satu aspe
OPINI
JAKARTA Pengamat politik sekaligus akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, mengkritik frekuensi reshuffle kabinet y
POLITIK
JAKARTA Saham PT Bank of India Indonesia Tbk. (BSWD) menjadi emiten dengan kenaikan harga saham tertinggi sepanjang perdagangan Bursa Ef
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah model iPhone 15 dan iPhone 16 di Indonesia mengalami penyesuaian pada awal Oktober 2026. Beberapa varian turun hi
SAINS DAN TEKNOLOGI
BANDA ACEH Kisah terpilihnya Utsman bin Affan radhiyallahu &039anhu sebagai khalifah ketiga setelah Rasulullah SAW menjadi salah satu
NASIONAL
BINJAI Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai menangkap seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Binjai. Terd
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat, 2 Oktober 2026, membawa kabar tersendiri
SOSOK
MEDAN Timsus JCS bersama Unit Opsnal Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial AH, 26 tahun, yang diduga te
HUKUM DAN KRIMINAL