Korupsi BBM Subsidi, Eks Camat Medan Polonia Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara
MEDAN Mantan Camat Medan Polonia, Irfan Asardi Siregar, dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara setelah dinyatakan terbuk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Guyuran hujan deras yang mengguyur Kota Medan saat pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Kamis (2/7/2026) malam, justru menjadi simbol kuatnya semangat kebersamaan dan solidaritas antarpemerintah kota di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup rangkaian Indonesia City Expo (ICE) 2026 di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (3/7/2026).
Rico Waas mengaku sempat khawatir karena hujan turun sejak sore hari dan terus mengguyur Kota Medan.Baca Juga:
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara yang seluruh rangkaian acaranya digelar di ruang terbuka.
"Saya sempat berpikir, jangan-jangan karnaval budaya tidak bisa berjalan karena hujan terus turun. Tetapi begitu kami tiba di lokasi, semangat para delegasi luar biasa. Tidak ada satu pun kota yang ingin menyerah," ujar Rico Waas.
Menurutnya, setelah melihat antusiasme seluruh peserta, panitia bersama para delegasi akhirnya sepakat untuk tetap melanjutkan karnaval meski hujan masih turun di kawasan Jalan Pulau Pinang.
Rico menilai keputusan tersebut menjadi bukti kuatnya persaudaraan dan kekompakan seluruh anggota APEKSI.
Ia mengaku terkesan melihat para wali kota yang sebelumnya sempat meninggalkan lokasi kembali lagi ke panggung untuk menyaksikan jalannya karnaval bersama para delegasi, meski harus rela berhujan-hujanan.
"Semuanya basah kuyup, tetapi tetap bertahan sampai acara selesai. Itu menunjukkan solidaritas, rasa kekeluargaan, dan kehangatan yang dimiliki keluarga besar APEKSI," katanya.
Menurut Rico Waas, momen tersebut menjadi salah satu kenangan paling berharga bagi Kota Medan yang tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas XVIII APEKSI sekaligus tengah merayakan Hari Jadi Kota Medan ke-436.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali kota dan delegasi dari berbagai daerah yang telah hadir dan tetap menunjukkan semangat kebersamaan meski cuaca tidak bersahabat.
"Terima kasih kepada seluruh wali kota dan delegasi yang telah hadir. Kehadiran dan kebersamaan itu menjadi hadiah yang sangat luar biasa bagi Kota Medan," pungkasnya.
Pelaksanaan Karnaval Budaya Nusantara menjadi salah satu agenda utama dalam Rakernas XVIII APEKSI di Medan.
Beragam delegasi dari berbagai kota di Indonesia menampilkan kekayaan budaya daerah masing-masing, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kolaborasi antarpemerintah kota dalam membangun Indonesia.* (ad)
MEDAN Mantan Camat Medan Polonia, Irfan Asardi Siregar, dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara setelah dinyatakan terbuk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. OK. Saidin, SH, M.Hum, angkat bicara terkait
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehSutrisno PangaribuanKOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar akrobat politik dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
OPINI
MEDAN Aliansi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menolak keras wacana yang mengusulkan pengemudi ojek daring (ojol) dikategorikan sebagai p
NASIONAL
JAKARTA Safari politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan berlanjut ke Jawa Tengah setelah rangkaian kunjungan ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) usai berkunjung ke Lampung
POLITIK
JAKARTA Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Sabtu (4/7/2026) siang WIB. Sebanyak 16 tim kini dipastikan melaju ke babak
OLAHRAGA
KANSAS CITY Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Ghana dengan skor tipis 10 pada l
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa Indonesia berpotensi kehilangan satusatunya es abadi
PERISTIWA
JAKARTA Usulan menaikkan penghasilan kepala daerah kembali menjadi perbincangan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Ope
HUKUM DAN KRIMINAL