BREAKING NEWS
Kamis, 16 Juli 2026

Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo Gunungsitoli Dimulai Tahun Ini

Abyadi Siregar - Kamis, 16 Juli 2026 07:50 WIB
Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo Gunungsitoli Dimulai Tahun Ini
Gubsu Bobby Nasution meninjau kondisi jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu (15/7/2026). (foto: Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GUNUNGSITOLI – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo di Kota Gunungsitoli akan mulai dikerjakan pada tahun 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kepentingan publik.

Kepastian itu disampaikan Bobby Nasution saat meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Mo'awo di Jalan Yos Sudarso, Gamo, Kota Gunungsitoli, Rabu, 15 Juli 2026.

Baca Juga:

Dalam kunjungan tersebut, Bobby didampingi Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat berada di lokasi, Bobby melihat kondisi lantai jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan itu dinilai mengganggu arus lalu lintas sekaligus membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Ia juga meninjau bagian lain dari jembatan yang akan masuk dalam tahap pembangunan tahun ini.

Selain meninjau jembatan, Bobby Nasution berdialog dengan masyarakat dan nelayan setempat.

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan fasilitas tambat kapal, pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), pemecah ombak, hingga percepatan pembangunan Jembatan Sungai Mo'awo yang menjadi akses utama penghubung Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Utara.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bobby menegaskan pembangunan jembatan menjadi salah satu prioritas pemerintah.

"Saya tahu ini kondisinya sudah memprihatinkan, makanya tahun ini segera kita kerjakan. Saya minta dukungan dari semuanya, agar ini berjalan lancar," ujar Bobby Nasution.

Menurut Bobby, proyek pembangunan sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun belum dapat dilaksanakan karena berbagai kendala.

Dalam kesempatan itu, Bobby mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar tidak mengalami hambatan.

"Banyak orang tidak percaya, tetapi saya sudah bertekad ingin membangun (Kepulauan) Nias. Kalau ada yang mencibir, mengejek, bagi saya tidak masalah. Karena kami hadir atas nama pemerintah, dan saya menjalankan tugas negara untuk hadir di sini. Kuncinya, jangan sampai dihalang-halangi," kata Bobby Nasution.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah beberapa warga menyampaikan kekhawatiran bahwa pembangunan dapat memengaruhi usaha dan mata pencaharian mereka.

Bobby menegaskan pemerintah akan mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

"Saya tidak berfikir untuk satu orang, tetapi ini kepentingan masyarakat luas. Jadi jangan karena oknum tertentu, urusan publik terhalang. Jika ada yang belum selesai, kita bisa carikan solusi bersama. Saya juga tidak mau ada masyarakat yang ekonominya terganggu (hilang) akibat pembangunan. Tetapi memang ada dampaknya, dan kita bisa buatkan alternatif sementara selama pekerjaan berlangsung," tegas Bobby Nasution.

Selain pembangunan jembatan, Bobby juga meminta OPD terkait segera melakukan kajian mengenai kebutuhan nelayan di kawasan tersebut.

Kajian itu meliputi rencana pembangunan tempat pelelangan ikan, dermaga perahu nelayan, bangunan pemecah ombak, hingga fasilitas pendukung lainnya agar pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

"Saya minta Kepala Dinas terkait untuk membahas itu bersama (nelayan dan pemerintah setempat). Agar kita tahu mengukur datanya seperti apa, dan langkah apa yang bisa kita lakukan. Supaya kita juga tidak asal membangun, jadi harus tahu dulu ukurannya (datanya)," sebutnya.

Bobby juga membuka peluang pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kelautan dan Perikanan di Gunungsitoli.

Keberadaan UPT tersebut diharapkan dapat mempermudah pelayanan administrasi kapal nelayan berukuran di atas 5 GT, termasuk pengurusan rekomendasi untuk memperoleh BBM solar bersubsidi.

Sementara itu, Kepala Desa Saewe, Martonlis Telaumbanua, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Gubernur Sumatera Utara di Kepulauan Nias.

Ia berharap kehadiran pemerintah provinsi mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, sekaligus meningkatkan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Tinjau Relokasi SMKN 1 Gido di Nias, Sekolah Langganan Banjir Dipindahkan ke Lokasi yang Lebih Aman
Disambut Durian dan Antusiasme Ratusan Warga, Bobby Nasution Mulai Berkantor di Kepulauan Nias
3 Menteri Turun Langsung ke Tanah Gayo, Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana
Bobby Nasution Genjot Pemanfaatan TKD Rp6,35 Triliun untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumut
Prabowo Mulai Blok Masela Besok, Proyek Migas yang Mangkrak 26 Tahun Akhirnya Bergerak
Prabowo Hormati Mendiang Sheikh Hamad, Datangi Kedubes Qatar Sampaikan Belasungkawa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru