Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Meski demikian, Navish menegaskan bahwa AI tidak boleh menggantikan kemampuan intelektual mahasiswa.
"Ketika kita menggunakan AI ini, sejatinya kecerdasan yang dibuat itu bukan semata-mata untuk memenuhi syarat atau kapasitas diri secara instan. AI harus dijadikan alat atau produk pendukung untuk kebutuhan sehari-hari dan riset kita agar lebih optimal," ujar Achmad Navish didampingi Ketua Panitia Seminar, Sutan Raja Hendi Firmansyah.
Seminar Riset Literasi Artificial Intelligence tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Mahardika Abdi Prawira Tanjung, serta Muhammad Fattah dari Dinas Kominfo Kota Medan.
Melalui kegiatan ini, Kominfo Kota Medan berharap mahasiswa mampu memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai sarana meningkatkan produktivitas, kualitas riset, dan inovasi, tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis serta kreativitas yang menjadi bekal utama di era digital.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.